TELKOMSEL DUKUNG KOMINFO PERANGI HOAX

Padang-today.com – Telkomsel mendukung Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) dalam memerangi informasi bohong atau hoax yang bereda di media sosial dan lain sebagainya.

“Pemerintah saat ini tengah serius untuk memerangi informasi bohong sering beredar di tengah-tengah masyarakat,”kata Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah pada Talkshow Deteksi Hoaks Sebagai Langkah Cerdas Bermedia Sosial di Padang.

Ia menjelaskan, kehadiran platform digital memberikan kesulitan tersendiri dalam mengawasi penyebaran hoax di internet. Telkomsel sebagai penyedia jasa layanan internet memaparkan upaya yang dilakukan untuk memerangi hoax dalam Kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Padang.

“Telkomsel yang juga menyediakan berbagai layanan digital internet selalu berupaya untuk memerangi hoax,”ungkapnya.

Telkomsel memiliki Program InternetBAIK untuk menangkal informasi hoax. “Program ini menjadi upaya KITA dalam meningkatkan kesadaran untuk berperilaku baik, menjauhkan diri dari berita hoax, dan lebih bijak dalam menyikapi berita di internet,”jelas Ririek Adriansyah.

Ia menambahkan, upaya Telkomsel melalui program yang ditujukan bagi siswa hingga orang tua diharapkan dapat mengedukasi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menghadapi informasi hoax.

“Insan pers juga diharapkan dapat mensinergikan program antara media dan Telkomsel dalam memerangi hoax, sehingga terciptalah wajah pers Indonesia yang sehat dengan menghadirkan berita faktual bagi Masyarakat,”ungkapnya.

Bagian dari menghindari Hoaks, lanjut Ririek Adriansyah Pemerintah juga menerapkan aturan agar masyarakat melakukan registrasi Kartu Prabayar yang di miliki, dan Telkomsel mendukung aturan tersebut dengan mengajak seluruh pelanggannya aktif melakukan registrasi baru maupun ulang, agar seluruh pengguna sarana telekomunikasi terdata atas nama pribadi penggunanya.

Sementara itu Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengajak masyarakat jika menerima berita-berita hoax jangan disebar, silahkan delet aja.

“Jika menemukan berita hoaks mereka diminta tak membagikannya ke orang lain.Buang pulsa aja jika masyarakat sebar berita hoax,”kata Rudiantara ketika

Ia menjelaskan,hidup di dunia yang serba terkoneksi dengan internet dan smartphone, membuat kita tidak lepas dari ancaman hoax atau kabar bohong. Kebohongan memang sangat lekat dengan dunia maya, alasannya jelas, hoax bisa membuat sebuah informasi terlihat lebih menarik untuk dibaca.

“Masyarakat untuk melakukan tabayyun atau mencari kejelasan informasi sebelum membagikannya. Peran masyarakat dinilai sangat penting untuk membantu mengurangi jumlah penyebarannya,”ungkapnya.

Sebenar sangat mudah untuk mengenali berita hoax disebar. Masyarakat sudah bisa memilah serta mengenali berita hoax. Ciri berita hoaks lanjut Rudiantara salah satu cirinya adalah tak memiliki sumber informasi yang jelas. Kemudian kiriman berita tersebut dibarengi dengan ajakan untuk memviralkannya agar tersebar luas ke pengguna lainnya.

“Ciri berita hoaks secara sederhana tidak ada kejelasan sumber informasinya dan biasanya ada tulisan ‘ayo viralkan sampaikan hal ini kepada keluarga dan teman-teman. Jangan sampai media sosial memecah belah kita, kita umat Islam terus bersatu dan kuat,”ungkapnya.

Rudiantara diimbau agar mampu menahan keinginan untuk menyebarluaskan informasi yang masih belum teruji validitasnya.

“Perlu lebih bijak lagi, jangan mudah percaya dengan informasi yang berseliweran. Cek kebenarannya,”imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*