Terapkan Sistem Jemput Bola Di Bidang Kesehatan, Pemko Siapkan Rp 11 M

Padangpanjang, PADANGTODAY.com-Pembuktian komitmen untuk memberikan layanan kesehatan yang maksimal terhadap masyarakat, Pemerintah Kota (Pemko) melalui dinas terkait menggelontorkan anggaran sebesar Rp11 miliar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2015 ini.

Advertisements

Wali Kota Padangpanjang, Hendri Arnis menyebut anggaran tersebut diproyeksikan untuk aplikasi layanan kesehatan menyeluruh terhadap masyarakat. Selain program rutin pengentasan Penyakit Tak Menular (PTM), layanan sistem jemput bola juga dituangkan dalam bentuk surat keputusan terhadap tim khusus. Tim terkait ditegaskannya, sesuai tugas pokok dan fungsi akan melayani pemeriksaan kesehatan terhadap kalangan peserta didik dan guru, pedagang serta masyarakat petani dan lansia.
Menyentuh hingga pada sektor pendidikan, melalui Dinas Kesehatan Kota (DKK) setempat diwujudkan dalam bentuk join planning bersama Dinas Pendidikan (Disdik). Tim yang dibentuk khusus, disebutkannya akan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap peserta didik dan guru.

Kemudian sebagai upaya menekan potensi gangguan kesehatan terhadap masyarakat, tim yang berada di bawah koordinasi DKK juga memastikan layanan kesehatan terhadap lansia melalui program Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas). Sedangkan untuk menjangkau petani, DKK akan membentuk koordinasi melalui kecamatan dan mendirikan posko kesehatan di pasar bagi kepentingan pedagang.

“Dari Rp13 miliar lebih yang kami anggarkan pada Dinas Kesehatan, 90 persennya untuk mendorong layanan kesehatan terhadap masyarakat secara menyeluruh. Sedangkan untuk peningkatan sarana kesehatan, pemerintah telah menganggarkan relokasi salah satu puskesmas dan peremajaan sejumlah peralatan medis,” ujar Wako Hendri didampingi Kadis DKK Padangpanjang Nuryanuar kepada Padangtoday.

Selain program layanan dengan sistem jemput bola dilakukan, Nuryanuar menambahkan pihaknya melalui rencana kerja (renja) 2015 ini tetap menjaga intensitas penyuluhan kesehatan terhadap masyarakat. Hal itu berkaitan dengan risiko PTM, perilaku hidup sehat, KIA, rabies dan risiko pengaruh penggunaan napza.

“Selain PTM, DKK pasang target untuk mempertahankan prestasi Padangpanjang yang nol persen terhadap risiko terjangkit rabies. Karena itu dalam komitmen program pengawasan, DKK juga mengontrol perdagangan obat-obatan serta makanan dan minuman layak konsumsi. Hal ini guna menghindarkan masyarakat dari risiko keracunan obat dan makanan,” tambah Nuryanuar.

Sementara terkait maksimalisasi layanan kesehatan pada puskesmas, Nuryanuar menyebut akan memastikan ketersediaan tiga dokter di setiap puskesma. Khususnya untuk Puskesmas 24 Jam di Bukitsurungan, akan direalisasikan dengan dilakukannya penambahan tenaga kesehatan pada Instalasi Gawat Darurat (IGD). (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*