Terbakar, Kerugian MTsN Padangpanjang Capai Rp500 juta

kondisi bangunan ruang majelis guru

kondisi bangunan ruang majelis guru

PADANGTODAY.COM — Belum diketahui penyebab pasti, dua unit bangunan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Padangpanjang tampak tinggal puing-puing setelah dilalap si jago merah sekira pukul 23.45 WIB, Rabu (27/5) malam beberapa hari lalu.

Kepala MTsN Padangpanjang, Edi Mardafuly mengaku masih bersyukur peristiwa tersebut tidak merembet luas ke bangunan lain berkat cepatnya penanganan tim pemadam kebakaran. Setidaknya empat unit mobil pemadam dari UPT Damkar BPBD Padangpanjang dibantu unit Tanahdatar dan Padangpariaman berhasil mematahkan jilatan api ke ruangan wakil kepsek yang tak jauh dari sumber api.
Bangunan yang tidak dapat diselamatkan saat peristiwa terjadi, dikatakannya masing-masing bangunan kantin dan ruang majelis guru beserta isinya berupa mobiler dan arsip serta banyak perlatan kebutuhan ekstra kurikuler. Pada ruang guru disebutkannya, tersimpan peralatan sound system, pakaian kesenian, pakaian drumben dan sejumlah arsip majelis guru berupa dokumen milik peserta didik.
“Arsip guru yang hangus terbakar dalam perisitiwa itu berupa ijazah lengkap milik guru, sertifikat, raprot siswa dan beberapa dokumen soal-soal ujian semester. Termasuk juga kebutuhan PBM seperti LKS, buku paket dan pengembangan kurikulum perbidang studi,” tutur Edi saat ditemui di sela-sela proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Minggu (30/5) pagi.
Namun demikian, Edi menyebutkan peristiwa tersebut tidak sempai mengganggu aktifitas madrasah yang tengah memproses penerimaan siswa baru dan persiapan pelaksanaan ujian semester naik kelas. Bagi kegiatan majelis guru, dikatakannya sementara dipindahkan pada ruangan lokal agar tidak mengganggu proses ujian semester.
“Meski banyak soal ujian yang terbakar, bisa diatasi dengan perbanyakan kembali. Demikian juga terkait proses PPDB, seluruh dokumennya masih berada di secretariat penerimaan. Akan tetapi kejadian ini cukup besar mendatangkan kerugian, diperkirakan mencapai Rp500 juta yang mencakup mobiler 60 orang guru dan kerusakan fisik bangunan,” terang Edi.
Kepala Kantor UPT Damkar Padangpanjang, Kasimin saat dihubungi terpisah menyebutkan pihak dalam menanggulangi peristiwa kebakaran tersebut mengerahkan setidak 4 unit mobil. Upaya pemadaman turut dibantu satu unit masing-masing dari Tanahdatar dan Padangpariaman. “Laporan kami terima langsung dari pihak sekolah sekira pukul 23.58 WIB dan berhasil menguasai keadaa setelah 45 kemudian,” jawab Kasimin seraya menyampaikan untuk laporan kejadian bisa melalui nomor HP 082386455113.
Sementara Kapolsek X Koto, Iptu Mairijohn menjawab pihaknya saat ini bersama tim identifikasi Polres Padangpanjang tengah melakukan penyidikan terkait sabab musabab terjadinya peristiwa kebakaran tersebut.
“Hingga saat ini belum dapat dipastikan penyebab terjadinya kebakaran. Namun titik mula api yang menghanguskan dua unit bangunan madrasah tersebut, diketahui saksi mata berasal dari arah kantin sekolah. Kami masih melakukan olah TKP untuk pengembangan lebih lanjut,” jawab Mairijohn melalui selulernya.
(nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas