Terima Laporan, Anak Punk Siap Dibina di Yonif 131/BS

Lima anak punk yang diciduk, saat berada di Markas Satpol PP di lapangan Poliko, Senin.

Lima anak punk yang diciduk, saat berada di Markas Satpol PP di lapangan Poliko, Senin.

Advertisements

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Semenjak dua bulan terakhir, Payakumbuh sudah bebas dari kehadiran anak punk. Namun, memasuki awal puasa  Ramadhan 1437 Hijriah ini, beberapa  anak punk kembali muncul.

Sebelum bertambah banyak, para pedagang di pusat perniagaan kota berharap, kiranya Satpol PP menciduk dan mengembalikan anak punk itu ke daerah asalnya.

Kepala Satpol PP Payakumbuh Fauzi Firdaus, membenarkan, sudah menerima informasi dua atau tiga anak punk sudah berkeliaran di pusat pertokoan di Payakumbuh. Hal tersebut disampaikannya pada Selasa (7/6).

Namun, setelah dilakukan patroli, petugas yang beroperasi belum menemukan anak punk.

“Walau begitu, kita siap mengamankan anak punk itu, jika masih ada berkeliaran di Payakumbuh,” tegas Fauzi.

Fauzi menambahkan, demi memberikan efek jera terhadap anak punk tersebut, Satpol PP dengan Dinas Sosial Payakumbuh melakukan kerjasama dengan Yonif 131/BS, dalam memberikan pembinaan mental dan fisik mereka.

Seperti tiga bulan lalu, belasan anak punk yang sering membuat pedagang atau pengunjung pasar merasa tak nyaman melihat mereka, ditangkap petugas Satpol PP dan digiring ke markas di eks Poliko  Bunian. Anak punk itu, selain kumal, berbau, juga sering membuang hajat di depan toko, kios dan  los di pusat pertokoan dan Pasar Ibuah.

Mereka yang telah didata, lalu diamankan petugas, untuk selanjutnya dikirim Dinsos Payakumbuh ke Yonif 131/BS Payakumbuh, untuk diberikan pembinaan fisik dan mental selama tiga hari.

Asisten I Setdako Payakumbuh Yoherman ikut menyampaikan,  pembinaan fisik dan mental terhadap anak punk di Yonif 131/BS, berhasil membawa perubahan bagi para anak punk. Pasca pembinaan, anak punk itu sudah kembali ke rumah orang tuanya.

“Jika masih ada anak punk berkeliaran lagi di Payakumbuh, kemungkinan berasal dari kota provinsi lain,” sebut Yoherman.

Namun demikian, ditegaskan Yoherman, Pemko Payakumbuh sudah bertekad untuk membebaskan kota dari gangguan anak punk.(rel/Dodi Syah Putra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*