Terkait Video Kekerasan, Menteri Pendidikan Bakal Beri Saksi Kepala SD Perwari Bukittinggi

PADANGTODAY.COM – Sanksi tegas bakal diberikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh kepada kepala SD Perwari Bukittinggi terkait beredarnya video bullying murid SD, Sumatera Barat.

Advertisements

“Tanggung jawab pendidikan itu ada di kabupaten/kota, karena yang mengangkat guru adalah kabupaten/kota. Oleh karena itu kami akan memberi sanksi,” kata Nuh.

Nuh mengaku sangat prihatin atas beredarnya video bullying murid SD di Bukittinggi tersebut. Untuk mencegah hal tersebut tidak terulang kembali, dia meminta kepada jajaran dinas pendidikan di kabupaten/kota untuk mengawasi perilaku siswanya.

“Itu realistis yang kita hadapi. Saya juga bersedih atas kejadian tersebut, namun kami tetap bertanggung jawab,” tegas Nuh.

Meski memberi sanksi pada pihak sekolah, Nuh memastikan anak-anak yang berada dalam video tersebut tidak akan dikenakan sanksi, karena masih di bawah umur.

“Kami juga akan memberi tahu kepada orang tua murid yang berada dalam video itu,” ujar Nuh.

Seperti diberitakan, video penganiyaan terhadap seorang murid SD beredar di YouTube. Dalam video berdurasi 1 menit 52 detik itu, seorang murid terlihat dihajar lima teman sekelasnya.

Pertama, seorang murid laki-laki menendangnya sebanyak tiga kali. Kemudian, disusul teman perempuannya dengan tendangan kanan yang mengarah ke pinggang korban. Lalu dengan melompat, teman lainnya yang mengenakan topi SD menendang korban, dan dua teman lainnya laki-laki menyusul meninju serta menendang hingga korban tersudut di ruang kelas.

Mereka silih berganti menghajar murid SD yang malang itu. Dalam rekaman tersebut ada suara yang mengatakan, “taruih-taruih”, artinya terus-terus. Kemudian kalimat lainnya yang mengatakan, “lambuiklah”, yang berarti hajar.(doni/martunis/can)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*