Terkendala Melahirkan Perda IMB, Pansus DPRD Bukittinggi Belajar ke Payakumbuh

Rombongan Pansus DPRD Kota Bukittinggi ketika diterima  anggota DPRD Kota Payakumbuh

Rombongan Pansus DPRD Kota Bukittinggi ketika diterima anggota DPRD Kota Payakumbuh

Advertisements

Payakumbuh, PADANGTODAY.com-Meskipun DPRD Kota Payakumbuh, khususnya anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BPPD) bersama tim ranperda Kota Payakumbuh sedang membahas 9 ranperda. Namun satu dan dua dari ranperda itu yakni ranperda tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMM) dan pencegahan penaggulangan bahaya a kebakaran, tetap menjadi cermin bagi daerah lain untuk belajar ke Payakumbuh.

Buktinya, rombongan anggota DPRD Kota Bukitinggi, khususnya anggota panitia khusus (Pansus), melakukan studi banding ke DPRD Kota Payakumbuh, Rabu (28/1), rombongan yang berjumlah 10 orang itu diterima Wakil Ketua DPRD Payakumbuh, Suparman, dan Ketua Komisi B Chandra Setipon, serta Ketua Komisi C Ahmad Zifal.

Pimpinan rombongan Pansus DPRD Kota Bukittinggi, M Nur Idris SH, mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada DPRD kota Payakumbuh yang telah meluangkan waktunya, meskipun tidak ada jadwal kegiatan dewan.

Dikatakannya, kami melihat dan mendengar serta membaca via media massa dan media online, kegiatan DPRD Kota Payakumbuh setiap hari padat, bahkan anggota DPRD Payakumbuh, kedatangannya ke kantor hapir sama dengan PNS, sekitar pukul 08.00 WIB sudah berada di kantor DPRD, terhadap disiplin bekerja ini sama dengan DPRD kota Bukittinggi.

”Kami di DPRD Kota Bukittinggi, saat ini juga sedang membahas ranperda, namun dua dari ranperda yang sedang kami bahas terkendala untuk melahirkannya. Maka, kami belajar ke DPRD Kota Payakumbuh,” kata M Nur Idris.

Dua dari ranperda itu, yakni penyusunan ranperda IMB dan pencegahan penanggulangan bahaya kebakaran. Sudah bertahun-tahun kami melihat kru Pemadam Kebakaran Kota Payakumbuh sangat lihai menjinakkan kobaran api.

”Kami sering terharu melihat kinerja Pemadam Kebakaran Kota Payakumbuh yang sangat jeli memadamkan api, baik ketika terjadi, sebelum terjadi dan pasca. Mohon kiranya anggota DPRD Kota Payakumbuh menjelaskan kepada kami, agar kami bisa pula melahirkannya,” ujar M Nur Idris.

Dalam kesempatan itu, Suparman, Chandra Setipon dan Ahmad Zifal, mengatakan, dan balik beterima kasih atas kunjungannya, terhadap ranperda IMB berdasarkan Undang-undang No 16 tahun 2011 tentang bangunan, dapat kami jelaskan, selama ini, disinyalir banyak bangunan tanpa mengantongi izin.

Jika ada bangunan yang tidak memiliki izin, tentunya dinas terkait mengambil keputusan. Keputusan yang diambil dinas terkait baru sebatas segel, tidak bisa dieksekusi. Berarti perdanya lemah, sehingga masyarakat banyak yang mengambaikan urusan IMB tersebut.

Untuk menjawab semua itu, Kota Payakumbuh sepakat membuat payung hukumnya untuk dilakukan penindakan. Mudah-mudahan selama masa sidang pertama anggota BPPD DPRD Kota Payakumbuh dapat menelorkan perda IMB tersebut.

Terhadap Ranperda pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran dapat kami sampaikan, sebetulnya, pemadam kebakaran kota Payakumbuh juga mengalami kurangnya sarana parsarana. Meskipun minim sarana, awak pemadam kebakaran tetap bekerja maksimal untuk melenyapkan kobaran api.

Kinerja pemadam kebakaran Kota Payakumbuh, terus kami motivasi, karena kami menilai, selama ini belum terdengar bagi kami masyarakat yang mengeluh. Masyarakat banyak berterima kasih atas kinerja pemadam kebakaran yang begitu tanggap dan sigap menjinkan kobaran api.

Salah satu contoh, kebakaran yang terjadi di Kota Bukittinggi, Batusangkar, kota Padang dan daerah lainnya, api dapat dipadamkan setelah kru pemadam kebakaran Kota Payakumbuh tiba dilokasi. ‘Semua itu, tentu karena adanya Perda,” ujar Ahmad Zifal.(mnc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*