Tersangkut Dugaan Pungli, Sekolah Jangan Korbankan Murid

Fhoto : SMPN 2 Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar yang meliburkan murid, Rabu (07/02/18).(ddy)

 

Tanah Datar, www.padang-today.com,- Adanya dugaan pungutan liar di salah satu SMP di Lintau Buo Utara Kabupaten Tanah Datar, dan keputusan pihak sekolah yang meliburkan siswanya dengan alasan tidak jelas, disayangkan oleh beberapa orang tua murid dan tokoh masyarakat setempat.
Seperti yang diungkapkan Yasir beberapa waktu lalu, ia harus berhutang setiap pagi untuk belanja anaknya ke sekolah, namun entah karena apa, pihak sekolah pada, Rabu (07/02/18) lalu memulangkan seluruh siswanya.
“Permasalahan itu adalah tanggung jawab sekolah, bukan harus memberhentikan proses belajar mengajar. Saya saja harus berhutang tiap pagi untuk kebutuhan sekolah anak,” ungkap Yasir, Rabu (07/02/18) kemaren kepada www.padang-today.com.
Sementara itu salah seorang tokoh masyarakat Batu Bulek Kecamatan Lintau Buo Utara, Dismar Hirlinta, Kamis (08/02/18) menyayangkan keputusan sepihak yang dilakukan oleh Kepala Sekolah SMPN 2 Lintau Buo Utara dan majelis guru dengan meliburkan siswa tanpa alasan yang tidak masuk diakal.
“Jika memang terjadi kasus dugaan seperti dalam berita berita itu, tanggung jawabkan saja siapa yang ditimpa. Bukan harus memprovokasi siswa untuk tidak sekolah. Sekolah dan dinas harus bertanggung jawab dengan kejadian ini, proses belajar mengajar harga mati untuk wajib belajar 12 tahun,” kata Dismar.
Ia juga sangat mengapresiasi kinerja pihak kepolisian dan tim saber pungli, dalam mengungkap kasus dugaan pungutan liar di SMPN 2 Lintau Buo Utara, namun harus jelas proses hukum yang seharusnya.
“Kalau dapat seluruh sekolah di Tanah Datar ini harus dibersihkan, masih banyak proses pemungutan dana yang disalahkan oleh pihak sekolah dan komite,” tuturnya.
Menurutnya, permasalahan yang menimpa  sekolah bukan harus siswa juga dikorbankan dan dilibatkan untuk menjadi prihatin. Katanya, jika hal ini terjadi lagi, masyarakat sendiri yang akan melaporkan dinas dan sekolah yang sudah memakan hak murid dalam proses belajar dan mengajar.
“Kalau tidak tahu aturan, copot atau mundur terhormat dari pada sajalah pak, jangan merampas hak murid dan kewajiban guru kepada proses belajar,” pangkas Dismar.(dry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*