Tersangkut Kasus Narkoba, Siswa SMK di Tanah Datar Jalani Ujian Nasional Di Rutan

Fhoto : Tersangkut kasus narkoba, siswa di salah satu SMK di Tanah Datar ini, RF (21) ikuti Ujian Nasional di Rutan Kelas II B Batusangkar dibawah pengawasan guru, pihak rutan dan JPU Kejaksaan Negeri Batusangkar, senin (19/03/18).(rom/ddy)

Tanah Datar, www.padang-today.com,- Dia adalah RF, walau sudah berusia 21 tahun namun dirinya masih menduduki bangku kelas 3 salah satu SMK di Tanah Datar.

Awal Februari 2018 waktu lalu, RF mencoreng wajah pendidikan di Tanah Datar, ia harus menjadi terdakwa karena tersangkut kasus kepemilikan narkoba jenis sabu.

RF yang saat itu dibekuk Satresnarkoba Polres Tanah Datar, kini ia harus mengikuti ujian nasional di Rumah Tahanan Kelas II B Batusangkar.

Dengan memakai pakaian putih abu abu, RF mengikuti UN yang diawasi oleh guru, pihak rutan dan dan Jaksa Penuntut Umum, Edo Dede Pisano pada selasa (19/3/18) itu harus kembali menjadi siswa walaupun dirinya masih menjalani hukuman di rutan Batusangkar akibat kepemilikan narkoba.

Kepala Kejaksaan Negeri Batusangkar, Mhd. Fatria kepada awak media mengatakan, jika ikutnya RF sebagai salah satu peserta UN tingkat SLTA adalah berdasarkan surat tertulis yang dibuat oleh orang tua terdakwa narkoba itu kepada JPU pada 15 Maret 2018 lalu.

“Intinya mereka (orang tua) memohon diberikan dispensasi dan izin agar anaknya bisa mengikuti Ujian Nasional pada hari senin tanggal 19 Maret 2018 dan Sabtu 31 Maret 2018, karena pada hari tersebut adalah jadwal Ujian Nasional bagi pelajar SLTA,” ungkap Kajari.

Dikatakan Kajari, atas pertimbangan pihaknya akhirnya RF diberikan izin mengikuti ujian Nasional sesuai jadwal yang ditentukan. Dan terdakwa mulai melaksanakan Ujian Nasional di Rutan Batusangkar yang diawasi oleh guru, pihak rutan dan JPU nya.

“Selepas mengikuti UN ini, RF harus tetap menjalani masa hukumannya di tahanan, karena untuk kasus yang menjeratnya tentu tidak akan ada dispensasi walaupun ia masih berstatus pelajar. Itu resiko. Hati hati, ini pembelajaran bagi anak usia sekolah, peranan orang tua dirumah dan guru disekolah sangat diperlukan,” ujar Mhd. Fatria.

Kajari juga mengingatkan, bagi penguna atau pengedar narkoba, sanksinya sudah pasti hukuman berat. Dan kejadian yang dialami RF tutur Kajari, jangan sampai terulang lagi di Tanah Datar.

“Maka kami berpesan khususnya pelajar, siswa, pemuda dan masyarakat untuk menjauhi segala bentuk yang namanya Narkotika, baik itu jenis Ganja, Sabu, atau Napza lainnya,” tuturnya.(ddy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*