Terungkap di Hearing DPRD Payakumbuh, Lampu Merah Jalan Terus

Para Kepsek hearing dengan Pansus III DPRD  Payakumbuh

Para Kepsek hearing dengan Pansus III DPRD Payakumbuh

Payakumbuh, PADANGTODAY.com-Dalam beberapa bulan ini, pada pagi harinya sekitar pukul 07-08 WIB, kendaraan roda empat maupun roda dua di Kota Payakumbuh, nampaknya wajib melanggar rambu-rambu lalu lintas oleh oknum polisi lalu lintas,  berupa lampu merah di traffick light.

Aturan aneh tersebut disampaikan seluruh kepala sekolah tingkat SLTP dan SLTA se Kota Payakumbuh bersama Organda Bukittinggi Perwakilan dan PT. Jasa Raharja kepada anggota Pansus III DPRD Kota Payakumbuh, dalam acara hearing tentang Ranperda LLAJ dan Ranperda Retribusi pengujian kendaraan bermotor, bertempat di aula kantor DPRD setempat, Rabu (18/3).

Menurut para kepala sekolah itu, di pagi hari, ketika kita sampai di lampu merah, kita serba susah, karena lampu merah tentunya kita berhenti, sesuai dengan undang-undang lalu lintas, namun oknum Satlantas menyuruh kita untuk jalan terus.

Mumpung dalam kesempatan yang berbahagia ini, kita sampaikan kepada anggota Pansus III yang sedang membahas Ranperda LLAJ. Kami menilai, karena hampir disetiap persimpangan sudah ada traffick light, sebaiknya kita biarkan saja alat yang canggih itu mengatur jalannya lalu lintas.

“Bahkan kita lihat lebih tertib tidak ada oknum anggota Satlantas. Kecuali, kata mereka ketika trafig light mati, itu baru tugas Satlantas mengaturnya supaya seluruh pengemudi aman dan nyaman dalam mengendarai ranmor, begitu juga dapat menghidari padatnya arus lalu lintas, “ujar para Kepsek tersebut.

Ditambahkan ketua Organda Kota Payakumbuh, Amri, melihat situasi tersebut, lebih tinggi pula keputusan Satlantas dari pada rambu-rambu trafig light. Meskipun demikian, apa yang dilakukan Satlantas bertjuan baik untuk mengatur arus lau lintas supaya tidak macet, ujarnya.

Laporan secara resmi oleh para kepsek itu kepada anggota Pansus III yang berjumlah 8 orang. Ditampung tim Pansus yang diketui H. Maharnis Zul. Dalam kesempatan itu, anggota Pansus III berjanji akan meneruskannya kepada dinas terkait. Kenapa hal tersebut terjadi di Kota Payakumbuh.

Kami juga melihat secara kasat mata dilapangan, bahkan ada diantara anggota DPRD Kota Payakumbuh yang melewati jalan tersebut disuruh jalan terus ketika lampu merah. Sebetulnya, para pengemudi bukan melanggar rambu-rambu, akan tetapi anggota Satlantas mengatasi supaya tidak terjadi kemacetan.

Kita yakin, tujuan anggota Satlantas menyuruh jalan terus di lampu merah, bukan disengaja dan bukan pula menyuruh melanggar aturan, akan tetapi di Kota Payakumbuh jumlah kendaraan bermotor cukup banyak.  Apalagi di pagi hari, ketika anak sekolah berangkat kesekolahnya masing-masing, macetnya minta ampun.

Seharusnya, kita semua berterima kasih kepada anggota Satlantas yang bertugas di pagi hari itu. Jika tidak ada anggota Satlantas, para pengemudi, tanpa kecuali. Nampaknya masih banyak yang ugal-ugalan di jalan raya, apalagi anak sekolah.

“Meskipun demikian, apa yang disampaikan para kepsek, telah menjadi catatan bagi kami untuk ditindak lanjuti oleh dinas terkait. Saya secara pribadi mengucapkkan terima kasih kepada Satlantas bersama jajarannya yang telah melakukan tindakan  preventif tersebut,” tukuk Maharnis Zul.(Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*