Tidak Memenuhi Target, Salah Satu Wartawan Didiskualifikasi

Padang-today.com__Bagi pewarta yang bertugas meliput kegiatan Pemerintah Kota Pariaman, Sumbar tidak memenuhi unsur yang telah di tetapkan dari pihak Diskominfo Kota Pariaman jangan berkecil hati. Pasalnya, ada beberapa wartawan yang diberikan diskualifikasi untuk  pergi studi komparatif ke Batam, Kepulauan Riau, Selasa 04/12/208.

Salah seorang pewarta yang dinyatakan lolos dalam tahap penyaringan itu akan diikutkan dalam kegiatan Diskominfo tersebut. Namun, setelah tahap penjaringan dilakukan nama salah satu wartawan itu didiskualifikasi dari ke ikut sertakan dalam kegiatan studi komperatif ke Batam.

Dikutip dari media www.canang.com diduga telah terjadi pengkotak-kotakan wartawan di Kota Pariaman. Ada wartawan hebat dan ada wartawan rajin, ada wartawan yang tidak mencapai target liputan dan ada pula yang tidak suka datang ke lapangan.

Salah satu wartawan didiskualifikasi dari kegiatan itu yang tidak mau disebutkan namanya sangat merasa terpukul oleh kebijakan yang dilakukan pihak Diskominfo Kota Pariaman.

“Saya merasa tersinggung dan dilecehkan oleh pihak yang mempunyai kegiatan studi komperatif wartawan di Kominfo Kota Pariaman. Setelah dinyatakan untuk ikut dalam kegiatan tersebut, tiba-tiba nama saya didiskualifikasi. Padahal, saya telah diminta untuk mengirimkan identitas berupa foto (gambar) Kartu Tanda Pengenal (KTP) melalui WA,” kata dia kepada wartawan.

Padahal, lanjutnya, ia sudah menyampaikan kepada Pimpinan Redaksi tempat dia bergabung sebagai wartawan dan sudah diberikan izin serta  restu untuk pergi dengan dibekali pula Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD). Selain itu, karena bekerja sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara), dia telah  mengurus cuti tahunan dan telah diberi izin cuti oleh kepala kantor tempat dia bergabung.

Menurutnya, soal berita dia merasa lebih banyak daripada teman-teman yang dibawa pergi studi komparatif tersebut. Kalau soal kehadiran pada kegiatan Pemko (Pemerintah Kota – red) Pariaman memang agak kurang.

“Walaupun tidak hadir meliput, beritanya tetap saya rilis / turunkan. Lagipula, untuk apa hadir kalau tidak punya berita (muntaber / muncul tanpa berita – red),” ujarnya dengan bola mata berkaca-kaca.

Lagipula kurang enaknya, lanjut si wartawan, pembatalan dirinya untuk tidak jadi diberangkatkan pada Senin (3/12/2018) justru disampaikan Minggu (2/12/2018) malam. “Tasirok darah awak di dado membaco WA Buk Kadis Nazifah, sampai tidak bisa tidur malam itu hingga pagi,” ujarnya.

Dia pun mempertanyakan, apakah perjalanan studi komparatif wartawan atau staf Dinas Kominfo Pariaman? Karena antara wartawan dengan staf Dinas Kominfo hampir berimbang jumlahnya.

“Kita berharap kejadian ini tidak tercium oleh penegak hukum. Apakah boleh untuk dianggarkan ada APBD Pemko Pariaman?” ulasnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kota Pariaman, Nazifah, ketika menjawab pertanyaan wartawan melalui WhatsApp (WA), Senin (3/12/2018), terkait dengan keberangkatan 15 wartawan yang terdaftar pada Dinas Kominfo Kota Pariaman sebagai peliput kegiatan Pemko Pariaman, pergi studi komparatif ke Batam, Kepulauan Riau mengatakan, pihaknya tidak dapat memfasilitasi semua wartawan mitra Pemko Pariaman mengikuti pelaksanaan kegiatan studi komparatif 2018, hal ini disebakan keterbatasan anggaran.

“Dengan minimnya anggaran dalam program studi komperatif tersebut. Oleh karena itu, dalam hal ini pihak kami melakukan penyaringan dan penjaringan. Setelah dilakukan penyaringan, barulah pihak kami menetapkan sejumlah wartawan yang akan diberangkatkan,” kata dia.

Menurutnya, penyaringan dilakukan terhadap 2 item. Pertama jumlah berita yang dipublis di media. Kedua, tingkat kehadiran wartawan saat meliput agenda Pemko Pariaman. “Dari dua item penilaian tersebut, kami rangking berdasarkan jumlah berita dan jumlah kehadiran di lapangan,” tulisnya.

Ia menambahkan, semoga di tahun-tahun mendatang anggarannya bisa lebih besar dari tahun sekarang, sehingga jumlah wartawan yang ikut kegiatan studi komparatif bisa lebih banyak.

Dipihak lain, Wartawan Senior  Sumatera Barat, Zakirman Tanjung, ketika diminta komentarnya terkait dengan hal diatas mengatakan, pembatalan keberangkatan wartawan yang sudah dijanjikan untuk pergi dapat dikategorikan sebagai pelecehan terhadap profesi wartawan.

“Kalau memang ini kejadiannya, sudah sama dengan pelecehan terhadap profesi wartawan! Selaku wartawan saya sangat tersinggung dengan pola Kadiskominfo Kota Pariaman Nazifah seperti ini,” cetus Bung Zast,(wapimred canangnews) sapaan akrabnya.

Ia juga mempertanyakan, apakah memang benar wartawan yang diikutkan pada perjalanan studi komparatif ini memiliki rangking tertinggi dalam hal jumlah berita yang mereka publikasikan serta dalam hal kehadiran meliput di lapangan? Hal ini perlu dikaji oleh Auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Bung Zast sapaan akrab wartawan senior ini pun mengingatkan Walikota Pariaman Dr H Genius Umar MSi dan Wakil Walikota Drs Mardison Mahyuddin MM agar perlu kehati-hatian terhadap para kadis di lingkungan Pemko Pariaman. Baca telaah staf yang diajukannya dengan teliti.

Menurut dia, boleh jadi ada oknum kadis yang mencarikan “titian barakuak”  (jebakan – red) buat pimpinannya. “Saya tidak menuduh, cuma untuk mengingatkan Walikota Genius Umar dan Wakil Walikota Mardison Mahyuddin,” katanya lagi.

Wartawan yang aktif menulis sejak tahun 1985 ini menyarankan kepada Walikota Genius Umar dan Wakil Walikota Mardison Mahyuddin untuk melakukan duduk bersama dengan wartawan yang selama ini meliput di Kota Pariaman. Tujuannya supaya dapat kesepahaman antara Pemko Pariaman dengan wartawan dalam memajukan Pembangunan Kota Pariaman.

“Semua wartawan dan semua warga Kota Pariaman pasti menginginkan Kota Pariaman maju dan berkembang di bawah kepemimpinan Walikota Genius Umar dan Wakil Walikota Mardison Mahyuddin,” ujar Zakirman Tanjung lagi. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*