Tiga Pansus DPRD Kota Payakumbuh Saling Berpacu Selesaikan Ranperda

Pansus III sedang melaksanakan rapat

Pansus III sedang melaksanakan rapat

Advertisements

Payakumbuh, PADANGTYODAY.com-Ketua DPRD Kota Payakumbuh Yendri Bodra DT. Parmato Alam, mengatakan, sejak Senin (23/2), kemarin, tiga Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Payakumbuh, bersama tim Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), saling berpacu untuk melahirkan 9 Ranperda menjadi Peraturan Daerah (Perda).

“Pansus I mendapat jatah membahas 3 ranperda yakni ranperda tentang pembentukan kelurahan, ranperda tentang perubahan atas Perda No 02 tahun 2008 Organisasi dan Tata Kerja sekretataris daerah dan Selesekeretariat DPRD, dan ranperda tentang perubahan Perda No 02 tahun 2012 tentang penyelenggaraan administrasi kependudukan dan catatan sipil, “ujar YB. Dt. Parmato Alam di kantor DPRD setempat, Selasa (24/2).
Dikatakannya, Pansus II membahas 2 ranperda yaitu ranperda tentang pengelolaan area pasar dan ranperda tentang pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan Pansus III membahas 4 ranperda.
Keempat ranperda yang dikebut Pansus III itu diantaranya ranperda tentang Izin Mendirikan bangunan (IMB), ranperda tentang perubahan Perda No 5 tahun 2011 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KWT), ranperda tentang lalu lintas dan angkutan jalan raya dan ranperda tentang perubahan Perda No 7 tahun 2010 tentang retribusi pengujian kendaraan bermotor, ujar YB. Dt. Parmato Alam.
Sementara, ketua Pansus III H. Maharnis Zul didampingi Wakil Ketua Basri Latief, menyebutkan, terhadap ranperda IMB, kita mengusulkan agar tim ranperda bersama SKPD terkait kembali menyempurnakan drafnya, BAB demi BAB dan pasal demi pasal.
Ditegaskan Maharnis Zul, untuk melahirkan sebuah ranperda, terlebih dahulu dicantumkan terhadap izin, pengawasan, penertiban dan sangsi. Selama ini, lemahnya sebuah perda, dikarenakan sangsi pelanggaran perda tidak ada efek jera.
“Salah satu contoh, betapa banyaknya bangunan liar yang berdiri di Kota Payakumbuh. Tapi ketika ditindak oleh Satpol PP atau tim 7, tetap saja tidak diindahkan, semua itu tentu berpulang kepada kita. Karena lemahnya Perda, kedepan, kita tidak ingin lagi melahirkan perda yang “mandul”, “ujarnya.(mnc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*