Tim Saber Dalami Kasus Dugaan Pungli Di Pasaman Barat

Padang-today com – Tim sapu bersih pungutan liar (saber pungli) Sumbar mendalami kasus dugaan pungli pembuatan sertifikat tanah di Pasaman Barat.

“Kasus ini dalam penyidikan dan pengembangan penyidik Satgas Pungli Sumbar, “kata Ketu Tim Saber Pungli Sumbar, Kombes Pol Dody Marsidi di Padang.

Ia menjelaskan, Tim Saber pungli perlu ekstra hati-hati dalam mengungkap kasus pungli tersebut.

“Dalam kasus ini, Tim Saber Pungli menahan tersangka dengan inisial “S” (48) warga Jorong Sidomulyo Kenagarian Desa Baru Kecamatan ranah Batahan Kabupaten Pasaman,”ungkapnya.

Tim Saber pungli memperkirakan ada kemungkin beberapa orang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

“Tunggu saja hasil pengembangan kasus dilakukan tim saber pungli dalam mengungkap apakah ada diduga orang lain terlibat,”imbuh Dody.

Dody menambahkan, tim saber masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku terkait dugaan melalukan pungutan liar.

“Tapi saat ini tim masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap pelaku,”ungkapanya.

Ia menjelaskan, dalam kasus dugaan pungli, tersangka meminta uang sebesar Rp800.000 pada pemilik tanah untuk membuat sertifikat.

“Sesuai dengan perundang-undangan biaya pembuatan sertifikat hanya Rp250.000 sementara tersangka meminta uang sebesar Rp800.000 untuk satu buku sertifikat tanah,”katanya.

Jelas perbuatan tersangka menyalahi aturan perundang-undangan dalam pengurusan sertifikat. “Beberapa orang saksi sudah diperiksa terkait kasus tersebut. “imbuh Dody.

Ia menyatakan, ada beberapa barang bukti dari hasil penangkap tersangka.
Barang bukti diamankan yakni uang tunai Rp29.950.000, 380 sertifikat hak milik, buku catatan sertifikat yang sudah diterima dari kantor Badan Pertanahan Kabupaten Pasaman Barat.

“Kemudian buku catatan nama masyarakat sudah membayar pengurusan sertifikat, buku catatan uang masuk dan satu unit handphone merk Samsung Seri J5,”katanya.

Tersangka dijerat pasal berlapis yakni pasal 12 huruf e UU No 20 tahun 2001 tentang korupsi, pasal 378 KUHPidana dengan hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun, denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 M.
“Kasus tersebut kini masih dalam pengembangan pemeriksaan untuk mengetahui keterkaitan pihak lain,”tegas Dody.(dg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas