Tinjau Pembangunan dan Rehabilitasi Dua Sarana Ibadah, Wabup Imbau Warga Musyawarah dan Makmurkan Mesjid

Wakil Bupati Ferizal Ridwan melakukan pemancangan tanda dimulainya pembangunan mesjid Baiturrahman di Jorong Parantian, Baruah Gunuang, Rabu (15/3). Wakil Bupati Ferizal Ridwan bersama wali nagari dan tokoh masyarakat meninjau kondisi fisik mesjid Infakiah di Jorong Bandarait, Baruah Gunuang, yang sempat rusak terkena bencana.

Wakil Bupati Ferizal Ridwan melakukan pemancangan tanda dimulainya pembangunan mesjid Baiturrahman di Jorong Parantian, Baruah Gunuang, Rabu (15/3). Wakil Bupati Ferizal Ridwan bersama wali nagari dan tokoh masyarakat meninjau kondisi fisik mesjid Infakiah di Jorong Bandarait, Baruah Gunuang, yang sempat rusak terkena bencana.

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com-Pembangunan dan rehabilitasi sarana ibadah menjadi perhatian Pemkab Limapuluh Kota, guna menggenjot perbaikan akhlak dan mental masyarakat. Mesjid sedianya tidak cuma berfungsi sebagai sarana vital bidang keagamaan, tapi juga sebagai tempat musyawarah-mufakat untuk kemajuan pembangunan.

Hal tersebut disampaikan, Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan, ketika melakukan pemancangan tanda dimulainya pembangunan baru mesjid Baiturrahman di Jorong Parontian, Nagari Baruahgunuang, Kecamatan Bukik Barisan, Rabu (15/3/2017) siang.

“Sudah tertanamnya azaz kehidupan beragama di suatu daerah, bisa dilihat dari kemegahan mesjidnya. Apabila mesjidnya masih lebih buruk, ketimbang bangunan rumah penduduk, berarti belum tercipta kehidupan beragama di daerah tersebut,” sebut Ferizal.

Menurutnya, di Limapuluh Kota, bangunan mesjid atau sarana ibadah yang ada di masing-masing nagari atau jorong rata-rata sudah cukup memadai. Hanya saja, saat ini mesjid baru sebatas dimanfaatkan warga untuk menjalankan kegiatan ibadah rutin, semisal solat atau mengaji.

Sedianya, menurut syariat dan sunnah agama, mesjid sedianya bisa difungsikan menjadi tempat musyawarah-mufakat. “Bayangkan saja, pada zaman Rasulullah SAW, mesjid tidak hanya menjadi tempat berembuk, tapi pernah difungsikan menyimpan tawanan perang. Begitu banyak fungsi mesjid bagi kita,” sebut Ferizal.

Penerapan program “Babaliak Ka Surau” yang terus digalakkan pemerintah, katanya, juga musti terus digelorakan, demi membentengi generasi muda dari pengaruh negatif. Dalam kesempatan itu, Ferizal sempat menjawab banyaknya pengaduan warga soal lambannya pembangunan infrastuktur.

Putra Lareh Sago Halaban itu mengajak, warga tidak berkecil hati karena belum merasakan pemerataan pembangunan dari pemerintah. “Mari kita sama-sama mendukung, sama-sama berusaha dan memperbaiki niat, bagaimana pembangunan daerah ini berjalan sebaik-baiknya, supaya lebih adil dan merata,” tutur Ferizal.

Ferizal mengapresiasi, tingginya semangat kebersamaan dan gotong-royong masyarakat Baruahgunuang, dalam menyukseskan pembangunan mesjid secara swadaya. Baik dalam bentuk tenaga, pikiran, maupun dana. Termasuk kepada warga yang dengan suka-rela mewakafkan tanah.

Dalam kunjungannya ke nagari penghasil Tembakau itu, Wabup didampingi Sekcam Bukik Barisan, Wiradinanta F, Wanag Baruahgunuang, Ciswarman, serta Desriyal, tokoh masyarakat setempat yang juga pejabat di Kemenag. Selain di Jorong Parantian, Ferizal juga sempat meninjau kondisi mesjid Infakiah di Jorong Bandarait, yang tengah direhabilitasi karena rusak terkena bencana.(rel/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*