Tokoh IMPP Himpun Masukan Tokoh Masyarakat

Pengurus Ikatan Masyarakat Padangpanjang (IMPP) Jakarta ketika melakukan silaturahmi dengan Ninik Mamak di Kota Padangpanjang.

Pengurus Ikatan Masyarakat Padangpanjang (IMPP) Jakarta ketika melakukan silaturahmi dengan Ninik Mamak di Kota Padangpanjang.

Advertisements

PADANGPANJANG,PADANGTODAY.COM -Pengurus Ikatan Masyarakat Perantau Padangpanjang(IMPP) Jakarta Pulang kampung, untuk bersilaturahmi dengan kalangan Ninik mamak, walikota dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) sejak Selasa (3/2).

Rombongan pengurus IMPP yang terdiri dari 17 orang itu dipimpin langsung ketua umumnya Syahrizal. Hadir bendahara umum IMPP H Ryan Diofella, Sekjen Refdi Meri Syarif, Ketua 1 Yuliot, Ketua 2 Dedi Harun, Ketua 3 Hj Mahdalena, Ketua 4 H.Armon Alamsyah, Ketua 5 Didi Rusli, Ketua 6 Sonny Jendriza Idrus, Oriza Satifa, Reni Ambarsari, Azhari Roesli, beserta pengurus lainnya.

Pertemuan diawali dengan kalangan Ninik mamak Nagari Gunung, Bukitsurungan dan Lareh Nan Panjang di hotel Rabbani Bukitsurungan. Esoknya dengan Walikota Padangpanjang di pendopo rumah dinas walikota. Sedangkan Kamis kemarin bersilaturahmi dengan DPRD Kota Padangpanjang di gedung dewan setempat.

Sekretaris Umum IMPP Jakarta Ir Refdi Meri Syarif yang memandu acara menjelaskan, kedatangan perantau Padangpanjang yang tergabung dalam wadah IMPP hanya semata untuk memperkenalkan organisasi IMPP kepada semua unsur di kampuang sekaligus mengajak masyarakat bersinergi dengan urang awak Padangpanjang di rantau. Hal itu dilakukan mengingat masih mudanya usia organisasi IMPP.

“IMPP masih seumur jagung, makanya perlu diperkenalkan kepada seluruh masyarakat. Dan kami mengajak masyarakat Padangpanjang untuk sabarek sapikua. Kahilia sarangkuah dayung kamudiak sahantak galah. Jika itu dilakukan bersama sama, seberat apapun pekerjaan jika dikerjakan bersama sama akan dapat diselesaikan dengan baik,” kata Refdi Meri Syarif.

Dalam silaturahmi itu kalangan Ninik mamak dari Gunung, Lareh Nan Panjang dan Bukitsurungan, memberikan berbagai masukan terkait pembangunan Padangpanjang kedepan.

Desyusbar Dt Pangulu Mudo mengawali silaturahmi menyatakan rasa bangga dan bahagianya dengan adanya silaturahmi ini. Selama ini kebanyakan organisasi rantau tidak banyak yang melibatkan masyarakat di Ranah (kampuang ). Silaturahmi ini selain menjadi perekat hubungan, berfikir bersama sama juga agar saling mengenal satu sama lain. Apalagi banyak urang awak yang lahir dirantau dan jarang pulang kekampung.

“Bak pepatah kita “tak kenal makan tak sayang”, bahkan mereka juga tak tahu dengan mamaknya dikampung,” kata Desyusbar Dt Pangulu Mudo selaku Sekretaris KAN Bukitsurungan menyampaikan.

Turut memberikan sambutan Asrul dari unsur pemerintahan. Dia juga sangat bangga dengan terwujudnya silaturahmi ini.
Diantara masukan yang disampaikan oleh kalangan pemuka masyarakat Padangpanjang adalah program pendidikan anak kurang mampu akibat hapusnya dana bantuan sosial dari pemerintah.

“Kami sangat khawatir akan ada anak kita putus sekolah akibat tidak tersedianya bantuan dana hibah. Kami berharap kiranya IMPP dapat mencarikan solusinya,” tutur Eri Katik Majo Endah, tokoh masyarakat dari Gunung menyampaikan.

Sedangkan Elfasri Dt Sidi Marajo mengusulkan, agar IMPP juga lahir di berbagai kota di Nusantara yang saling terkoneksi. Artinya saling berkolaborasi satu sama lain. Bahkan mantan anggota DPRD Padangpanjang ini, juga memberikan sumbang pikiran untuk melakukan join planning dengan wilayah tetangga seperti Batipuh X Koto yang memiliki hubungan emosional erat. Mengingat terbatasnya lahan di kota kecil yang hanya memiliki luas efektif sekitar 25 km persegi.
“Itupun terkendala untuk dibangun akibat sebagian hutan diplot sebagai hutan lindung. Joint planning itu akan memungkinkan berdirinya berbagai fakultas sebagai daya dukung Padangpanjang kota pendidikan kedepan,” ujarnya lagi.

Ketua Umum IMPP Jakarta H Syahrizal menyatakan terima kasih atas sambutan Ninik mamak ini. Semua masukkan sudah dicatat untuk dibicarakan dengan semua unsur pengurus lainnya, sebab organisasi IMPP di dukung juga oleh sejumlah tokoh yang mungkin dapat mencari solusinya.

“Di antaranya Irman Gusman, Hasan Basri Durin, Taufik Ismail, Fasli Djalal, H.Arnis Shaleh, Suir Syam, Hamdi Muluk, Marsma Hj Nurhayati Subakat selaku dewan kehormatan. Dan banyak lagi tokoh Padangpanjang yang kini gadang dirantau,” ujar Syahrizal.

Ketua VI IMPP Sonny jendriza Idrus yang akrap disapa SJI dan juga salah seorang mantan calon walikota Padangpanjang menyampaikan, IMPP adalah wadah bergabungnya masyarakat yang cinta Padangpanjang dengan prinsip inspirasi mandiri, profesional dan peduli. Artinya bukan organisasi yang mengharapkan bantuan atau iuran anggota yang dipungut setiap bulan.

“IMPP hanya akan mencari dana melalui iven iven yang mungkin menghasilkan uang guna membesarkan organisasi. Salah satu yang dirancang dalam waktu dekat adalah turnamen golf,” ujar SJI menyampaikan.

IMPP, tambah Humas IMPP Dedi Rusli, saat ini sudah memiliki ambulans untuk dapat dimafaatkan oleh masyarakat.
Dalam silaturahmi yang nyaris berlangsung hingga tengah malam itu juga muncul masukan terkait pembangunan pasar dan persoalan ke pemerintahan dan persoalan baik buruknya Kota Padangpanjang yang terdengar dirantau. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*