Sampah Resahkan Masyarakat

Padang-today.com__Daya tampung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Tungkal, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman ini dalam seharinya volume sampahnya semakin meningkat. Sehingga masyarakat di sekitar itu melakukan pemblokiran jalan menuju tempat pembuangan sampah di desa itu.

Tingginya volume sampah setiap hari di TPA Desa Tungkal itu, sehingga daya tampung mulai over kapasitas dan tidak efisien. Bahkan hanya dapat menghasilkan bukit sampah yang tidak bermanfaat dan membuat masyarakat di sekitar itu resah.

Akibat dampak dari sampah itu warga kembali melakukan pemblokir jalan, agar pemerintah setempat untuk dapat mengambil kebijakan dan solusi yang terbaik bagi warga setempat.

Kepala Dusun, Edi Zulhelmi mengatakan, warga menuntut pemerintah untuk memberikan solusi terkait dampak sampah yang tidak terkelola dengan baik. Ada lima tuntutan yaitu air bersih, kesehatan kusus, kesejahteraan pekerja sampah di lokasi, alat untuk pengelola sampah dan dana kompensasi.

Ia mengatakan, saat ini warga setempat, khususnya para petani sudah mengalami penyakit kulit, gatal-gatal seluruh tubuh. “Banyak dampak buruk yang kami rasakan sekarang akibat sampah yang tidak terkelola ini. Selain itu, puluhan warga gatal-gatal, air bersih susah didapatkan warga, apalagi bau sampah yang menyengat,” kata dia.

Terkait dengan hali ini, kata dia, pemerintah setempat belum ada kebijakan yang baik. Agar tidak berdampak buruk pada lingkungan dan masyarakat di sekitar TPA, perlunya ada solusi yang lahir dari pemerintah untuk kebaikan warga setempat.

Sementara itu, Dinas Perkim dan Lingkungan Hidup Kota Pariaman, Kabid Kebersihan dan Pertamanan, Risman, membenarkan tumpukan sampah di TPA Durian Gadang makin banyak volumenya dan belum terolah.

“Karena alat excavatornya untuk pembuang sampah rusak, sampah yang semakin hari bertambah menumpuk. Kalau peralatan itu tidak rusak, sampah tentu tak terolah dengan baik, ada yang dijadikan kompos dan sampah organik di pungut pemulung,” kata dia.

Ia menambahkan, bahwa lokasi TPA memang hampir penuh, jadi perlu lahan tambahan. Artinya, dengan adanya lahan yang tersedia untuk sampah itu dapat teratasi kegamangan massyarakat. Tiap hari ada 7 (tujuh) mobil unit sampah Kota Pariaman yang membongkar sampah organik dan nonorganik di TPA dengan tonase rata-rata 24 ton per hari. (Herry Suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas