Tradisi Pulang Basamo

Padang-today.com___Momentum Hari Raya Idul Fitri selalu dimanfaatkan para perantau untuk pulang kampung, termasuk oleh perantau asal RanahMinang. Selain untuk bersilaturrahim juga untuk melepas rindu dan teragak dengan kampung halaman tercinta.

“Hari raya atau lebaran tahun ini jumlah perantau yang pulang kampung saya perkirakan akan tetap banyak seperti tahun tahun sebelumnya,” ujar Ir Rijal Islamy, seorang pemerhati rantau, di Parit Malintang, Selasa (28/5/2019).

Akibat harga tiket pesawat terbang relatif mahal, lanjut dia, mayoritas perantau akan pulang kampung dengan mobil, baik mobil, pribadi, carteran maupun bus umum. Namun, hal ini menyebabkan keberadaan perantau di kampung halaman akan lebih lama, seminggu bahkan lebih.

“Kondisi ini justru dapat menjadi peluang bagi orang kampung jika mau memanfaatkannya dengan cerdas dan kreatif,” ujar Rijal.

Ia mencontohkan, masyarakat di kampung halaman dapat memproduksi aneka jenis makanan dan souvenir yang menarik minat para perantau membelinya dan membawa ketika hendak balik ke perantauan.

Selain itu, lanjut dia, masyarakat pun dapat menyelenggarakan iven~iven yang menarik perhatian para perantau seperti kesenian tradsional, acara~acara keagamaan dan forum diskusi. Melalui iven
tersebut, masyarakat kampung halaman dapat memaparkan berbagai rencana atau program, baik untuk sosial kemasyarakatan maupun untuk pembangunan fisik sarana dan prasarana.

Rijal bahkan mengungkapkan, ada suatu nagari di Kabupaten Agam yang mampu menghimpun dana perantau hingga ratusan juta rupiah ada saat pelaksanaan Shalat Hari Raya Idul Fitri di lapangan sepakbola. Dana tersebut cukup untuk membiayai kegiatan pendidikan keagamaan dan membayar honor guru~guru hingga Idul Fitri berikutnya. (Herry Suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas