Tren Tujuan Wisata Beralih ke Objek Minat Khusus

Bimtek: PlT Kadisporbudpar Padangpanjang, Maiharman diapit Kabid Disparekraf Sumbar Federda dan Kasi Pariwisata Padangpanjang Medi Rosdian saat membuka bimtek SDM wisata.

Bimtek: PlT Kadisporbudpar Padangpanjang, Maiharman diapit Kabid Disparekraf Sumbar Federda dan Kasi Pariwisata Padangpanjang Medi Rosdian saat membuka bimtek SDM wisata.

Padangpanjang, Padangtoday—Upaya mengantisipasi tingkat kejenuhan pasar kunjungan terhadap objek wisata massal, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Sumbar berikan bimbingan tekhnis (bimtek) terhadap masyarakat di Hotel Flaminggo Padangpanjang, 12-13 Agustus sore ini. 

Kabid Pengembangan Destinasi Wisata pada Disparekraf Sumbar, Federda menyebut tren minat masyarakat terhadap objek wisata menunjukkan pergeseran terhadap green tourism seperti wisata agro dan eko. Hal ini terbukti dengan tidak tumbuhkembangnya sejumlah objek wisata massal di daerah-daerah destinasi wisata. Karena itu disampaikannya dibutuhkan langkah baru guna mempertahankan daya kunjungan wisatawan sebagai salah satu sumber pendapatan daerah.

Pemerintah khususnya Provinsi Sumbar telah menyikapi hal ini sejak 2 tahun belakangan terhadap pengembangan agrowisata dan ekowisata sebagai wisata minat khusus. Melalui program bimtek yang mengusung tema “melalui agrowisata, kita tingkatkan kesejahteraan petani” itu, diharapkan mampu mendongkrak tingkat kunjungan wisata.

“Penumbuhkembangan objek wisata, baik massal maupun minta khusus tidak saja hanya difaktori kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat sekitar. Akan tetapi untuk mencapai harapan maksimal, kebijakan pemerintah setempat sangat menentukan seperti terjalinnya peran lintas sektoral,” ungkap Federda didampingi Kasi Pengembangan Objek dan Atraksi Wisata Asistasia kepada Padangtoday di hari terakhir bimtek.

Asistasia menambahkan, Sumbar sebagai kawasan pertanian sangat pontensial terhadap pengembangan objek wisata minat khusus seperti agrowisata dan ekowisata. Guna pengembangan ke arah tersebut, dikatakan sangat penting memperhatikan beberapa aspek khususnya sumber daya alam dan sumber daya manusia di lingkungan sekitar.

“Masyarakat sekitar harus bijak menyikapi potensi lingkungan yang ada. Seperti di lingkungan pertanian dan peternakan, bisa menjadi tujuan wisata bagi pecinta objek wisata minat khusus. Hal ini tentunya butuh keseriusan banyak pihak, termasuk peranan lintas sektoral di pemerintahan daerah setempat,” ulasnya.

Sementara Sekretaris selaku Pelaksana Tugas (PlT) Kepala Dinas Pariwisata Olahraga Kebudayaa dan Kepariwisataan (Dispobudpar) Padangpanjang, Maiharman menyebut daerah berhawa sejuk itu menjadi salah satu destinasi wisata di Sumbar sangat berpotensi dalam pengembangan objek wisata minat khusus tersebut.

“Pemko Padangpanjang beberapa waktu belakangan telah komit mengembangkan potensi wisata ke arah wisata minat khusus seperti agrowisata dan ekowisata dengan kebijakan pendirian kawasan pertanian terpadu. Kemudian terhadap objek wisata eko seperti rencana pengembangan objek wisata air terjun tujuh bertingkat dan river boarding,” ungkap Maiharman didampingi Kasi Pariwisata Medi Rosdian.

Sementara dalam kegiatan yang akan berlangsung selama dua hari ke depan itu, diikuti dari berbagai unsur masyarakat. Termasuk pelaku usaha pertanian dan kalangan pemuda, untuk mendapatkan pembekalan terkait strategi pengembangan objek wisata minat khusus tersebut. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas