Ucapkan Duka Mendalam, Wawako Pastikan Pembiyaan Korban Ditanggung

Padangpanjang—Pemerintah Kota (Pemko) Padangpanjang sampai ungkapan duka mendalam atas Insiden “rigging maut” saat gladi resik di arena pembukaan Kemah Budaya Nasional (KBN) X GOR Khatib Sulaiman Bancahlaweh, Minggu (25/8).

Wakil Wali Kota Padangpanjang, Asrul menyampaikan ungkapan duko pemerintah daerah setempat secara resmi dalam konferensi pers di Pendopo Rumdis Walikota sore kemarin. Dikatakannya, pemerintah langsung menyikapi tragedi tersebut dengan pendampingan sejak para korban dilarikan ke rumah sakit, hingga proses rujukan dan pemakaman terhadap korban meninggal.

“Pemerintah sangat berduka dengan terjadinya insiden yang mengakibatkan salah seorang anak kita meninggal dunia. Namanya musibah, pasti tidak ada satu pun yang menginginkannya,” ungkap Wawako Asrul selaku Ketua Umum Pelaksana KBN didampingi Sekko Sonny B Putra selaku Ketua Harian kepada wartawan.

Meski secara lahiriah antara Pemko Padangpanjang dengan pihak keluarga korban telah sama-sama mengikhlaskan atas semua kehendak-Nya, Asrul juga menegaskan bakal melakukan evaluasi terhadap kesiapan panitia tekhnis di lapangan. Demikian juga terkait dengan sikap Pemko terhadap pihak rekanan yang saat ini telah ditangani jajaran Polres Padangpanjang.

“Kita juga akan melakukan pendalaman terhadap kemungkinan kelalaian yang terjadi sehingga menimbulkan peristiwa ini. Baik terhadap rekanan dengan menunggu hasil penyidikan kepolisian, juga internal panitia di lingkungan Pemko Padangpanjang,” ucap Asrul.

Sementara terkait dengan simpatik jajaran Pemko terhadap pihak korban, Asrul juga menegaskan akan memberikan pejaminan penuh terhadap biaya pengobatan. Baik terhadap pasien maupun keluarga pendamping, khususnya terhadap korban yang dirujuk ke RSUP M Djamil Padang.

“Selain memberikan pendampingan proses hingga rujuk ke Padang, Pemko juga akan memberikan bantuan pembiayaan secara penuh terhadap pasien dan keluarga pendamping nantinya,” tegas Asrul.

Sedangkan terkait agenda tari massal 2200 anak pada pembukaan KBN nanti, Asrul menyebut tetap diselenggarakan sesuai jadwal. “Namun dalam pelaksanaan nantinya, susunan acara mengalami perubahan dengan diagendakannya doa bersama peserta tari massal sebelum acara dimulai,” pungkas Asrul. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas