UNP Bangun Penguatan Organisasi Lewat “Amazing Race”

UNP Bangun Penguatan Organisasi Lewat “Amazing Race”

Bukittinggi, PADANG-TODAY.com-Dalam rangka penguatan SDM Institusi, Tendik (Tenaga Kependidikan Universitas Negeri Padang ) melakukan kegiatan capaticy building (31/1-2/2) di Hotel Royal Denai View Bukittinggi. Peningkatan Kapasitas dalam  bentuk amazing race itu dikelola oleh Mitra Solusi, salah satu provider experiental learning di Sumatera barat.

Bentuk kegiatan ini menggunakan media landscape Kota Bukittinggi, dengan latar belakang Kota Wisata. Peserta dibagi atas beberapa kelompok untuk melakukan kegiatan tersebut dengan penugasan atau assignment masing-masing.

Yakni, membantu pedagang berjualan di Pasar Banto, membersihkan sampah di Kawasan Jam Gadang. Menggantikan peran cleaning service hotel, melakukan komunikasi dan sosialisasi UNP kepada minimal 3 etnis yang berbeda di kawasan pecinan Bukittinggi. Dan kegiatan lainnya.

Terakhir mereka melakukan kolaborasi membuat tong sampah dengan nilai seni dan branding UNP. Tong sampah ini diserahkan langsung ke pengelola kawasan Jam Gadang Bukittinggi.

Aktivitas ini dalam rangka menyegarkan dan meningkatkan nilai dasar dengan nilai-nilai accountable, entrusiasme, loyalty dan integritas sehingga para peserta menjadi tenaga profesional yang memenuhi attitude, skills dan knowledge.

Kegiatan ini buka langsung oleh Rektor UNP Prof Ganefri, PhD, yang menurutnya  perlu adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk memperkuat UNP. Maka perlu dilakukan peningkatan kualitas profesional Tendik di era revolusi industri 4.0.

“Salah satunya kegiatan capacity building di luar kampus. Kegiatan ini hendaknya menjadi momenet bersama membangun komunikasi dengan internal institusi dan sekaligus penyegaran kembali. Hal ini nanti berdampak kepada kinerja intitusi,” kata Prof Ganefri.

Model amazing race yang dipilih melibatkan semua unsur bukan hanya peserta namun juga masyarakat di sekitar kota Bukittinggi. Makanya, masing-masing kelompok diberi penugasan-penugasan atau assigntment yang berbeda dan berinteraksi langsung dengan para pedagang, pengelolaan destinasi, bahkan pengunjung wisata lainnya.

Mereka ini, yaitu para peserta melaksanakan misi yang diberikan dan memiliki bobot penilaian masing-masing target yang dicapai. Tidak kalah menarik mereka melakukan ganti peran dari pedagang, petugas kebersihan, cleaning service bahkan mereka harus mencari dan menemukan beberapa suku bangsa dan etnis yang ada di kota Bukittinggi

CEO dari PT Mitra Sumber Solusi Dede Hakim yang menghelat kegiatan ini , mengatakan model kegiatan experiental learning ini menguntungkan. Model ini masih jarang di lakukan di Sumatera barat.

Banyak providernya melakukan kegiatan luar ruang atau yang biasa disebut-sebut outbound. Padahal nama outbond awalnya adalah sebuah sekolah pelatihan yang dirikan Khut Hunn Berkebangsaan Jerman bersama Lawrence Holt yaitu Outward Bound di Aberdovey, Wales pada tahun 1941 yang bertujuan untuk melatih fisik mental terutama para pelaut.

Bentukan kegiatan lain dari pengembangan kegiatan EL (experiental learning) ini mencakup kegiatan Recreational, Educational, Development dan Theraupetic. Bukan hanya kegiatan hore-hore yang dikenal selama ini,” kata Dede Hakim yang juga ketua dari AELI (Asosiasi Experiental Learning Indonesia) Sumatera Barat. AELI  merupakan Asosiasi para praktisi dan provider capacity building berbasis Experiential Learning.(Febriansyah/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas