UNP Bentuk Tim Percepatan Mendorong Publikasi Jurnal Internasional

Wakil Rektor I, Prof Yunia Wardi MSc

Wakil Rektor I, Prof Yunia Wardi MSc

Padang, PADANG-TODAY.com-Universitas Negeri Padang membentuk tim percepatan internasionalisasi jurnal guna mencapai target 300 jurnal yang di harapkan Kemenristekdikti RI. Segenap civitas akademika UNP dipimpin Wakil Rektor I, Prof Yunia Wardi hadir di ruang rapat senat UNP, Selasa (23/5/2017).

WR I UNP mengatakan, mengatakan pembentukan tim percepatan tersebut merupakan dampak target yang diinginkan Kemenrestekdikti. Tim percepatan tersebut senagaja dibentuk untuk meminimalkan masalah ketersediaan jurnal. Mahasiswa S-2 ketika lulus wajib mempublikasikan jurnal-jurnal yang sudah terakreditasi, dan mahasiswa S-3 wajib mempublikasikan di internasional.

“Syarat untuk menjadi worldclass university, poin pentingnya ada di publikasi internasional,” ujar mantan Dekan Fakultas Ekonomi UNP itu.

WR I menambahkan, upaya untuk mendorong publikasi adalah harus melakukan inovasi. Harapannya, dari setiap masing-masing fakultas untuk bisa menghasilkan publikasi dimulai dari peran dekan, bila berjalan sesuai dengan prosedur yang ada, bukan tidak mungkin UNP dapat memenuhi target 300 publikasi ilmiah internasionalnya.

Tim percepatan ini beranggotakan para Wakil Rektor dan para Dekan. Tugasnya untuk percepatan dan menyemangati kemajuan dari segenap pengelola jurnal, baik editorial boards, reviewer boards dan tim teknis. Hal itu disambut baik oleh peserta pertemuan agar mampu mencapai target percepatan menuju jurnal internasional. Sehingga, internasionalisasi jurnal UNP sebagai reputasi ilmiah UNP dapat segera terwujud.

Tim tersebut juga bakal diawasi langsung oleh Rektor. Yunia Wardi mengatakan tim percepatan diharapkan mendorong karya para dosen dan guru besar untuk publikasi jurnal internasional.

“Kami dengan adanya tim percepatan ini target 300 jurnal ilmiah internasional itu tercapai,” ujar Yunia Wardi yang diamanahkan sebagai Ketua Tim Percepatan internasionalisasi jurnal UNP itu.

Lebih lanjut dijelaskannya calon guru besar diharapkan mesti berkarya di publikasi jurnal internasional. Sementara saat ini, di UNP ada 50-an profesor yang mempunyai kewajiban mendampingi dan mengangkat calon profesor atau guru besar di UNP.

‘Kalau bisa para guru besar, calon guru besar tak hanya 1 jurnal, harus lebih. Karena itu terkait tunjangan guru besar yang berbasis kinerja sebagai profesor, yang memiliki kewajiban menulis buku, pembuatan jurnal, dan percepatan juniornya,” tambah Yunia Wardi.(rel/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*