UPSK Limapuluh Kota Berkeliling Layani Disabilitas Sampai Kapur IX

Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK) dengan sasaran 100 orang penyandang disabilitas, resmi dibuka oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat yang diwakili oleh Kabid Pemberdayaan dan Rehabilitas Drs Suyatno, Senin (20/4).

Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK) dengan sasaran 100 orang penyandang disabilitas, resmi dibuka oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat yang diwakili oleh Kabid Pemberdayaan dan Rehabilitas Drs Suyatno, Senin (20/4).

Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK) dengan sasaran 100 orang penyandang disabilitas, resmi dibuka oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat yang diwakili oleh Kabid Pemberdayaan dan Rehabilitas Drs Suyatno, Senin (20/4).

Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK) dengan sasaran 100 orang penyandang disabilitas, resmi dibuka oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat yang diwakili oleh Kabid Pemberdayaan dan Rehabilitas Drs Suyatno, Senin (20/4).

Limapuluh Kota, PADANGTODAY.com-Di Aula Kantor Camat Kapur IX Kabupaten Limapuluh Kota Kegiatan Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK) dengan sasaran 100 orang penyandang disabilitas, resmi dibuka oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat yang diwakili oleh Kabid Pemberdayaan dan Rehabilitas Drs Suyatno, Senin (20/4).

”Berbagai usaha kesejahteraan sosial yang telah dilaksanakan selama ini bertujuan untuk mengatasi berbagai masalah kesejahteraan sosial, salah satunya adalah meningkatkan kesejahteraan sosial bagi penyandang disabilitas (Orang Dengan Kecacatan),” ujar Suyatno.

Dalam rangka mengatasi berbagai permasalahan sosial, khususnya permasalahan sosial orang dengan ecacatan, pemerintah dalam hal ini Kementerian Sosial telah mengupayakan berbagai penanganan. Penanganan permasalahan sosial ”Orang Dengan Kecacatan” dilaksanakan melalui 2 sistem, yaitu melalui sistem dalam panti dan sistem luar panti.

Salah satunya penanganan permasalahan sosial orang dengan kecacatan (ODK) dengan sistem luar panti yaitu melalui Kegiatan Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK). Kegiatan UPSK merupakan salah satu alternatif model rehabilitasi sosial luar panti dengan maksud untuk mendekatkan pelayanan sosial kepada komunitas.

Hal tersebut dianggap perlu dimana orang dengan kecacatan memiliki keterbatasan mobilitas serta aksesibilitas fasilitas umum yang belum memadai.

UPSK merupakan sarana pelayanan yang kegiatannya menjangkau lokasi orang dengan kecacatan atau penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) lainnya sampai ke tingkat Nagari agar memperoleh pelayanan kesejahteraan sosial sedini mungkin.

UPSK dilaksanakan untuk mengantisipasi keterbatasan sarana pelayanan sosial yang ada saat ini yang belum mampu menjangkau seluruh ODK, untuk itu diperlukan kegiatan yang mampu memfasilitasi ODK, dimana kegiatan ini dilaksanakan selama 5 hari 20 -24 April 2015.

Dalam waktu yang singkat ini dilakukanlah kegiatan-kegiatan seperti penyuluhan sosial, pemeriksaan kesehatan secara gratis, pelaksanaan keterampilan praktis terhadap ODK yang potensial sebagai salah satu contoh keterampilan yang mungkin bisa dijadikan untuk berusaha dalam rangka meningkatkan kemandiriannya.

Pembentukan lembaga Rehabilitasi Sosial Orang dengan Kecacatan Berbasiskan Masyarakat (RSODKBM) serta pemberian alat bantu bagi yang membutuhkan sesuai alokasi dana yang tersedia seperti Kursi Roda, Tongkat Ketiak, Tongkat Netra dan alat bantu pendengaran setelah pemeriksaan medis.

Sekretaris Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Limapuluh Kota Saiful SP, mengatakan mewakili Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Limapuluh Kota, mengucapkan terimakasih kepada Dinas Sosial Sumatera Barat yang telah menetapkan Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai sasaran UPSK Tahun 2015.

Dari data yang ada tahun 2013 jumlah penyandang disabilitas di Kabupaten Limapuluh Kota berjumlah 2.555 orang yang terdiri cacat fisik, cacat mata, tunarunggu, cacat mental dan cacat psikotik.

Lebih lanjut Saiful mengimbau agar seluruh komponen masyarakat ikut berpartisipasi dalam membangun kesejahteraan sosial terutama dalam meningkatkan kesejahteraan ODK yang berada di sekitar lokasi pemukimannya yang disebut dengan Rehabilitasi Sosial Orang Dengan Kecacatan Berbasis Masyarakat (RSODKBM).

”Sehingga, lebih mudah untuk mendapatkan pelayanan dan rehabilitasi sosial dengan melibatkan tenaga PSM dan TKSK maupun pengiat penyandang disabilitas , sebab tidak dapat dipungkuri bahwa pembangunan kesejahteraan sosial di Kabupaten Limapuluh Kota khususnya di Kapur IX belum menunjukkan banyak kemajuan, terutama bagi masyarakat kurang beruntung yang lebih dikenal dengan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), termasuk didalamnya orang dengan kecacatan,” ungkap Saiful SP.

Hadir dalam kegiatan UPSK ini Camat, Kapolsek, DanRamil Kapur IX, Kabid Pemberdayaan Rehabilitasi Sosial Kabupten Limapuluh Kota dan pimpina Puskesmas Muaro Paiti dan Sialang.(Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*