UPTD Pengolahan Kulit Maksimalkan Capaian PAD Padangpanjang

Padangpanjang-Komitmen Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengolahan Kulit Kota Padangpanjang untuk meningkatkan pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui usaha pengolahan kulit terus ditingkatkan. Dimana, hingga September ini capaian PAD telah
melebihi 100 persen dari target selama tahun 2014.

Advertisements

Kepala UPTD Pengolahan Kulit Kota Padangpanjang Syuria ketika ditemui menyebutkan, capaian PAD yang ditargetkan kepada UPTD tersebut sebesar Rp.90 juta untuk tahun 2014, telah terpenuhi dan akan terus meningkat seiring musim pengolahan kulit pada Oktober mendatang.

“Dari 90 juta yang ditargetkan kepada kita, telah kita penuhi dengan capaian diatas 100 juta dan akan terus bertambah. Karena, kita masih memiliki waktu tiga bulan lagi,” kata Syuria.

Disebutkannya, untuk jumlah pendapatan PAD UPTD Pengolahan Kulit sendiri sangat dipengaruhi oleh jumlah pengusaha yang akan melakukan pengolahan kulit di UPTD tersebut. Dimana, jika pengolahannya banyak, tentunya PAD nya juga akan terus bertambah.

“Setiap tahun, capaian PAD kita memang diatas 100 persen. Dimana, pada tahun 2013 lalu kita diberikan target Rp.75 juta dan mampu terpenuhi hingga angka Rp.90 juta dan hingga akhir 2014 ini kita menargetkan
mampu mengumpulkan PAD hingga angka Rp.110 juta,” jelas Surya.

Rasa optimistis yang ditunjukan oleh UPTD tersebut juga dipengaruhi oleh musim pengolahan kulit, dimana pada Hari Raya Idul Adha yang identik dengan Hari Raya Qurban itu juga dibarengi oleh menumpuknya bahan kulit mentah hasil penyemblihan sapi massal oleh masyarakat.

“Para pengusaha akan berlomba-lomba untuk mengambil pasokan kulit mentah yang ada di masyarakat dan akan mengolahnya menjadi produk setengah jadi dan produk jadi, untuk dipasarkan kembali. Sehingga, UPTD juga akan panen pengolahan kulit dari pengusaha kulit tersebut,” urai Syuria.

Untuk kualitas kulit olahan produksi UPTD sendiri, lanjut Syuria, kualitasnya telah diakui oleh sejumlah lembaga pengolahan kulit di Pulau Jawa dan telah mampu bersaing dengan kulit olahan yang dihasilkan oleh sejumlah pabrik kulit di Pulau Jawa.

“Selama ini, untuk kualitas kulit masih didominasi oleh daerah Garut dan Yogyakarta. Tetapi, semenjak UPTD kita mulai beroperasi dan melakukan pengolahan, telah banyak pengusaha kulit yang melirik UPTD Padangpanjang untuk mempercayakan pengolahan kulit mereka dan tentunya akan berimbas terhadap pemasukan PAD Padangpanjang,” pungkasnya. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*