Wakil Walikota Pariaman Hadiri CSS XVIII di Kota Jambi

Padang-today.com___Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, Danis Hidayat Sumadilaga, membuka secara resmi  Perhelatan City Sanitation Summit (CSS) XVIII tahun 2018, yang digagas oleh Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI), bertempat di Hotel BW Luxury,  Kota Jambi, Kamis (25/10).

Acara yang mengundang 482 Kepala Daerah yang tergabung dalam anggota AKKOPSI ini, mengambil tema “Kepemimpinan Daerah untuk pembangunan sanitasi berkelanjutan”. Hal ini sesuai dengan banyaknya Kepala Daerah yang baru setetlah Pilkada serentak 27 Juni 2018 lalu.

“Selain sanitasi yang harus kita benahi dengan serius, kita disini juga membahas tentang pentingnya pengelolaan dan pendistribusian air bersih ke masyarakat, pemberantasan pemukiman kumuh, pengentasan Buang Air besar Sembarangan (BABS) dan pengelolan sampah plastic yang sudah menjadi isu dunia”, ujarnya.

Indonesia, saat ini menjadi penyumbang sampah plastic kedua terbesar di dunia setelah cina, karena itu, perlu peran dan kemauan dari kepala daerah untuk membuat regulasi dan inovasi, sehingga sampah plastic yang sangat berbahaya bagi lingkungan hidup ini, dapat kita tangani secara bersama.

“Kepala Daerah agar dapat menjadikan prioritas program didaerahnya mulai dengan perencaaan yang baik dan tertuang di dalam RPJMD daerahnya. Pemerintantah pusat banyak mempunyai program bantuan untuk program sanitasi dan air bersih dan program lingkungan lainya, mulai dari Pansimas, Kotaku, belum lagi Dana Alokasi Khusus (DAK) ditambah reward dari pemerintah pusat dengan suksesnya program sanitasi atau lingkungan yang dibuat di daerah”, tuturnya.

“Perlunya peran Kepala Daerah dalam merumuskan dan mendorong pembangunan layanan dasar bagi masyarakat, khususnya untuk sektor sanitasi, air minum, perumahan dan perkotaan”, tutupnya

Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mahyddin mengatakan Kota Pariaman saat ini sedang meningkatkan pembangunan sanitasi dengan sharing dana dengan pemerintah pusat. Saat ini sudah ada 16 Desa/Kelurahan di Kota Pariaman yang sudah didata melalui pihak Kementerian.

“Pemko Pariaman melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman (Perkim) sedang membangun ratusan akses sanitasi agar tidak ada lagi kasus BABS di Kota Pariaman. Dan pembangunan ini akan kita tingkatkan untuk tahun tahun selanjutnya”, ungkapnya.

Masih adanya masyarakat yang tidak mempunyai sanitasi, sehingga menjadikan BABS sebagai pola hidupnya harus kita ubah, karena itu selain dengan pembangunan sanitasi layak, kita juga menginginkan agar tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk tidak lagi BABS, sehingga di tahun depan kita berusaha untuk tidak ada lagi kasus BABS di Kota Pariaman”, tukasnya.

Lebih lanjut Wakil Walikota yang belum genap sebulan memimpin Kota Pariaman ini, mengingatkan untuk selalu menjaga lingkungan secara berkesinambungan, sehingga masalah sampah, kasus BABS, dan permukiman kumuh, dapat kita entaskan, sejalan dengan program pemerintah pusat yang ada di Kementerian.

“Sesuai dengan tema perhelatan akbar AKKOPSI pada CSS XVIII di Kota Jambi ini, kita bulatkan tekat kepemimpinan daerah sanitasi berkelanjutan di Indonesia ini”, ucapnya mengakhiri.

Pada CSS ke XVIII di Kota Jambi tahun 2018 ini, peserta yang hadir disuguhkan dengan diskusi dan sharing informasi dengan para narasumber dari Walikota/Bupati yang sukses dan berhasil dalam pembangunan sanitasi, pengentasan BABS dan inovasi yang telah dilakukan didaerahnya, sehingga diharapkan dapat mengispirasi daerah lainya.

Hadir pada CSS XVIII ini, Ketua AKKOPSI yang juga Walikota Makasar, Narasumber dari Bappenas RI,Kemendagri, RI, Kementerian PUPR,  Forkopimda Provinsi Jambi dan Kota Jambi, Walikota Jambi Syarif Fasha, serta Walikota dan Bupati beserta rombongan delegasi yang hadir. (suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*