Wako Fadly Harapkan Kriya Ekspo Lahirkan Ekonomi Kreatif

Padangpanjang, TODAY—Program studi (Prodi) Kriya Seni Fakultasi Seni Rupa dan Design (FSRD) ISI Padangpanjang, menggelar Kriya Ekspo untuk keempat kalinya, dengan mengusung tema tahun ini “Keberlangsungan Ekonomi  Kreatif Sektor Kriya atau Kerajinan di Era Pandemi”.

Dibuka langsung Walikota Padangpanjang H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano, Senin, (26/10) di PDIKM, acara Kriya Ekspo selain diikuti para mahasiswa Prodi Kriya Seni, juga diikuti oleh UMKM yang bergerak dibidang kerajinan di Kota Padangpanjang. Kegiatan berlangsung hingga Rabu, (28/10).

Walikota Fadly Amran berharap kegiatan Kriya Ekspo terus digelar setiap tahunnya. ” Saya mengapresiasi kegiatan ini. Ini sudah tahun keempat, saya berharap jangan sampai putus karena ini yang kita idamkan, dengan kegiatan ini diharapkan tumbuhnya ekonomi kreatif,” kata Wako.

Kegiatan seperti Kriya Ekspo tersebut, kata Wako Fadly, akan memunculkan sebuah ekosistem. Barang-barang karya seni itu bisa bernilai ekonomi bila ada kompetisi di dalam ekosistem. ” Ekosistem harus bersaing, penjual batik harus bersaing dengan penjual batik lainnya. Yang membikin ukiran harus bersaing,” lanjut Wako Fadly

Ekosistem itu harus didorong agar pelaku ekonomi kreatif dapat bermunculan di Kota Padangpanjang. ” Insha Allah tahun depan, di depan Pasar Pusat Padangpanjang akan ada amfiteater kecil dan akan ada pusat oleh oleh Padangpanjang. Setengahnya dikelola oleh dinas perdagangan, setengah nya lagi bidang ekonomi kreatif,” ungkap Wako.

Produk-produk masyarakat di kelurahan yang berkualitas dan bernilai akan dijual disitu. Para pelaku ekonomi kreatif maupun UMKM harus mampu bersaing. ” tidak akan mungkin ekonomi maju kalau tidak ada persaingan. Ketika ada persaingan disitu ada kualiti kontrol dan persaingan harga,” kata Wako.

Rektor ISI Padangpanjang diwakili Pembantu Rektor I Dr. Andra Indra Sastra, M. Hum menyampaikan, karya seni yang ditampilkan kedepannya diharapkan menjadi karya inovatif dan produktif, berkolaborasi dengan jasa industri melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM.

Menurut Dr. Andra, UMKM mesti diajarkan berbagai pelatihan kerajinan. Lalu, hasilnya di pajang pada Kriya Ekspo, sehingga karya inovatif diharapkan dapat bermunculan ditengah masyarakat dan menggerakkan ekonomi kreatif di masyarakat.  (nfo/ka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*