WAKTU TIDAK CEPAT BERLALU ? Catatan : Yanti Elvita

Waktu tinggal 7 hari lagi, kita pemilu. Mari kita gunakan hak suara di TPS itu. Satu suara kita, adalah suara yang sangat perlu, bagi sebuah kebijakan untuk menentukan arah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mari kita gunakan waktu yang tinggal 7 hari ini untuk melakukan kegiatan inspiratif di ruang sosialisasi massa sehingga waktu tak terasa cepat berlalu.

Bila kita merasakan waktu cepat berlalu, mungkin itu sebuah tanda bahwa ada di antara guliran waktu itu yang kita biarkan saja ia melaju tanpa adanya suatu kegiatan yang bermanfaat dan bermutu. Tak ada satupun di antara kita yang dapat menghambat waktu. Waktu tak akan pernah berhenti atau membatui, walau hanya sekejap saja.

Waktu tidak akan terasa cepat berlalu bilamana, di tiap ruang selalu saja ada kerja-kerja penuh baroqah bagi kehidupan alam semesta.

Tapi pada sudut “rasa” yang lain, memang tak terelakkan betapa begitu lekasnya waktu berlalu. Rasanya baru kemarin kita berpemilu. Rasanya baru “kemarin” tahun 2014 itu. Kini sudah 2019 pula. Dari bulan ke bulan, waktu begitu terasa cepat berlalu. Pergantian hari ke hari, serasa satu jam berganti hari.

Lalu, soal ini mengingatkan Yanti pada sebuah hadis : “Kiamat tidak akan terjadi hingga ilmu dicabut, sering terjadi gempa, dan waktu terasa cepat” (HR: al-Bukhari). Masih soal waktu, mengapa begitu cepat berlalu, Yanti membaca satu hadist lagi : “Dari Abu Hurairah, Nabi SAW berkata: Kiamat tidak akan terjadi hingga waktu terasa berlalu begitu cepatnya. Satu tahun terasa seperti satu bulan, satu bulan seperti seminggu, satu minggu seperti satu hari, dan satu hari seperti satu jam, dan satu jam seperti kedipan mata.” (HR: Ahmad)

Ibnu Hajar menjelaskan yang dimaksud dari hadis di atas ialah hilangnya keberkahan hidup. Sehingga, hari berlalu begitu saja tanpa ada manfaatnya. Harta yang diperoleh tidak ada gunanya, habis begitu saja. Lalu, Abu Anas Shadiq dalam bukunya al-Fitan wa Asyrat al-Sa’ah, penyebab dari hilangnya keberkehan tersebut karena banyak maksiat dan perbuatan lainnya yang penuh dosa-dosa.

Masih soal, mengapa waktu terasa berlalu begitu cepatnya?

Seorang cendekiawan muslim Andan Oktar, yang lebih dikenal dengan Harun Yahya, dalam sebuah wawancara di stasiun televisi mengungkapkan, kemajuan teknologi sangat berefek terhadap cepatnya pergantian waktu. Perjalanan yang dulu berlangsung beberapa bulan, kini dapat dilakukan hanya dalam beberapa jam saja. Komunikasi yang membutuhkan waktu berbulan-bulan, berminggu-minggu untuk menjangkau antar daerah, negara, dan benua, saat ini dapat dilakukan dalam hitungan menit, bahkan detik, melalui fasilitas intenet dan alat komunikasi lainnya. Selain itu, tugas sehari-hari seperti membersihkan, memasak, penitipan anak, dan belanja tidak lagi membutuhkan banyak waktu dengan bantuan teknologi.

Bila begitu adanya, mari kita gunakan waktu untuk menjalani hidup penuh berkah.

Dan, demi waktu; sanak saudaraku, tanggal 17 April nanti, mari ramai-ramai ke TPS. Mari kita manfaatkan hak konstitusi kita sebagai warga negara.

Sepesan Yanti pada sanak semua; Yanti Elvita, dari partai Golkar. Nomor urut Yanti nomor 3. Yanti dapil 3 Padang; yakni kecamatan Lubuk Begalung, Lubuk Kilangan dan Bungus Teluk Kabung.

Satu suara dari sanak, sangat bermanfaat dan sangat perlu untuk meraih kemenangan bersama di atas kota yang indah ini, menuju kota yang penuh berkah bagi semua !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas