Wali Kota Solok Dilarikan ke Rumah Sakit

.
* Diduga Keracunan Makanan
.

Advertisements

SOLOK, PADANG-TODAY.COM
Diduga keracunan makanan, Wali Kota Solok Zul Efian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Solok. Zul Elfian sempat dirawat beberapa waktu di RSUD setelah makan siang di salah satu rumah makan, usai melepas jemaah calon haji (JCH) asal Kota Solok, Minggu (7/8). Setelah mendapatkan perawatan, Zul Elfian akhirnya diperbolehkan pulang di hari yang sama.

Kabag Humas Pemko Solok Heppy Dharmawan menyatakan walikota dilarikan ke RSUD setelah merasakan gatal-gatal di mulutnya setelah memakan gulai ayam yang dicampur kemumu. Hingga saat ini, Zul Elfian masih menjalani rawat jalan untuk pemulihan lebih lanjut.

“Hingga saat ini, beliau masih beristirahat di rumah untuk pemulihan,” tutur Heppy.

Pihak RSUD Solok enggan menjelaskan diagnosa dan penyebab kejadian ini. Hal ini untuk melindungi privasi orang nomor satu di kota Solok tersebut. Humas RSUD Solok, Herman hanya membenarkan bahwa Zul Elfian memang menjalani perawatan, namun tidak rawat inap.

“Beliau memang sempat dirawat, tapi tidak rawat inap. Usai diberi perawatan, beliau pulang di hari yang sama,” ujar Herman.

Sementara itu, pemilik rumah makan tempat Walikota Solok “keracunan” tersebut mengaku sangat terpukul dengan kejadian ini. Rumah makan yang sudah diwariskan secara turun temurun dari beberapa generasi ini sudah menjadi langganan dan terkenal di kalangan pejabat dan masyarakat Kota dan Kabupaten Solok.

“Pak Wali sering makan di sini, demikian juga dengan pejabat-pejabat lainnya di Kota dan Kabupaten Solok. Tapi baru kali ini kejadian ini terjadi. Usai kejadian itu, saya sudah minta maaf kepada beliau dan beliau sudah memaafkan sehingga sekarang saya sudah lega,” terangnya.

Lebih lanjut Mon menyatakan saat itu, Zul Elfian memakan gulai ayamyang dicampur kemumu, yang menjadi salah satu makanan favoritnya di rumah makan tersebut. Mon memperkirakan dalam kemumu tersebut mungkin terselip keladi, yaitu tanaman yang sangat mirip kemumu tapi berefek gatal.

“Selama ini, kemumu tersebut kami beli dari petani lokal Solok. Mungkin saja secara tidak sengaja terselipkan keladi dalam kemumu tersebut. Apalagi bentuknya yang sangat mirip. Namun baru kali ini saja kejadian ini. Ke depannya, kami akan lebih selektif lagi dalam mempersiapkan bahan-bahan ini,” ujarnya. (*)

[RIJAL ISLAMY/YANCE GAFFAR] .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*