Walikota Hendri Arnis : Pembangunan Pasar Padang Panjang Segera Dimulai

padangpanjang, padangtoday – Impian dan harapan masyarakat Padang Panjang pada umumnya dan pedagang khususnya akan pasar yang megah dan representatif, tak lama lagi akan menjadi kenyataan. Diperkirakan, pada bulan April 2016 mendatang pembangunan baru Pasar Padang Panjang yang sudah lama terkatung-katung sudah bisa dimulai.

Advertisements

“Insya Allah bulan April bisa dimulai, saat ini tahapannya tengah berjalan. Doakan saja semoga semuanya berjalan lancar,” kata Walikota Padang Panjang H. Hendri Arnis dalam jumpa pers di ruangan kerja sekdako, Selasa (19/1) kemarin.

Walikota yang didampingi Plt Sekdako Syahdanur mengatakan, saat ini pihaknya tengah menunggu keluarnya izin lingkungan (Amdal) dari Bapedalda Provinsi Sumbar. Bahan untuk pengurusan izin lingkungan itu sudah dimasukan sejak tahun lalu, bahkan pihak pihak terkait pun sudah dipanggil Bapedalda Sumbar.

“Diperkirakan izin lingkungan itu akan keluar pada 12 Februari. Kalau izin lingkungan itu sudah keluar, barulah pedagang dipindahkan ke TPS (Tempat Penampungan Sementara). Setelah itu baru dilakukan proses tender, setidaknya dibutuhkan waktu 40 hari. Jadi, perkiraan kita pembangunan bisa dimulai awal April,” timpal Syahdanur.

Walikota menyebut, TPS yang dibangun dengan menggunakan anggaran APBD Perubahan 2015 sebenarnya sudah siap untuk ditempati. Hanya saja, sesuai saran banyak pihak dan pertimbangan hukum, pemindahan pedagang ke TPS itu harus menunggu keluarnya izin lingkungan terlebih dulu.

“Benar apa yang dikatakan pak sekda tadi, kita harus tunggu izin lingkungan dulu keluar. Kalau sudah keluar, baru dipindahkan. Namun sebelum keluar, kita sudah mulai membicarakan teknis pemindahan pedagang,” kata walikota.

Terkait pemindahan pedagang ke TPS, Sekdako mengaku sebelumnya pihak Pemko menawarkan tiga opsi kepada pedagang, yakni pemindahan berdasarkan komoditi, pemindahan berdasarkan kondisi terkini atau pemindahan diserahkan sepenuhnya kepada pedagang.

“Dari tiga opsi itu, pedagang hanya menerima dua opsi, berdasarkan komoditi atau exiting (kondisi saat ini). Nanti akan kita bicarakan lagi dengan mereka, mana dari dua opsi itu yang akan dipakai,” jelas Syahdanur. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*