Walikota Payakumbuh: Target Peningkatan Produksi Pertanian Tidak Bisa Ditawar

Ketua DPRD Payakumbuh YB. Dt. Parmato Alam dan Walikota Pyk Riza Falepi ketika menghadiri acara Maulud Nabi Besar Muhammad SAW

Ketua DPRD Payakumbuh YB. Dt. Parmato Alam dan Walikota Pyk Riza Falepi.

Payakumbuh, PADANGTODAY.com-Walikota Riza Falepi warning Kepala Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan dan jajarannya, untuk peningkatan produksi pertanian. Target peningkatan produksi minimal 25% dari sebelumnya tak boleh ditawar-tawar. SKPD terkait harus mampu menterjemahkannya secara positif, untuk menjamin ketahanan pangan secara nasional.

Keterangan  Walikota Riza Falepi, di Payakumbuh, Minggu (1/3), sebelum mematok target minimal itu, Walikota Riza mengaku, sudah turun ke lapangan, berdialog dengan kelompok tani, guna memahami persoalan pertanian. “Banyak informasi yang diperoleh, dan semuanya sudah dicarikan solusinya oleh SKPD penanggung jawab,” sebut walikota.

Dikatakan, Tahun 2015 ini, tersedia dana sekitar Rp54 juta untuk membuat demplot padi pada lima kecamatan di Payakumbuh. Setiap kecamatan dijatah demplot 2 hektar, diperlakukan khusus pengolahannya. Mulai dari pemilihan bibit, penanaman dan pemupukan hingga  panen. Demplot padi itu ditargetkan mampu berproduksi 10 ton per hektar, sebut walikota. Dan ini, merupakan kondiute kadis bersangkutan, tegasnya.

Menurut walikota, untuk mamacu peningkatan produksi itu, pihaknya sudah mengumpulkan seluruh tenaga penyuluh, termasuk dengan jajaran Kodim 0306/50 Kota yang dikomandoi Dandim Letkol Inf. Trisno Widodo. Pemko juga telah membenahi perbaikan jaringan irigasi banda cacing atau tersier. “Jadi tak ada alasan lagi, kalau produksi tak bisa ditingkatkan, ungkap Riza.

Kadis Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan Iqbal Bermawi, M.Si, selain target 2 hektar per kecamatan, pihaknya juga membuat  demplot perbandingan di Kelurahan Sungai Durian di Kecamatan Lamposi Tigo Nagori. Di kelurahan setempat, kelompok tani bersepakat mengolah sawah  seluas 29 hektar dengan bibit spesial.

”Sejalan dengan itu, kita juga membuka lahan sawah 1 hektar dengan pengolahan khusus. Hasilnya nanti, akan diperbandingkan, mana yang mampu  berproduksi mendekati  atau melebih 10 ton per hektar,” jelas Iqbal.

Menurut Iqbal, hasil demplot itu akan diubin di bawah pengawasan BPS. Walikota Riza Falepi ingin, pengakuan nasional dengan produksi 10 ton per hektar itu. Makanya, Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan  sudah membuat kesepakatan kerjasama dengan pihak  BPS, sebut Iqbal.

Tidak hanya membuat demplot padi, Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan Payakumbuh, juga dikatakan, membuat demplot cebe Kopay seluas 0,5 hektar untuk setiap kecamatan. Menurutnya, luas tanam dan produksi cabe Kopay di Payakumbuh juga harus ditingkatkan, karena cabe Kopay juga merupakan unggulan Payakumbuh yang harus dibanggakan, simpulnya.(mnc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*