Walikota: Produksi Padi Payakumbuh Meningkat di Atas Rata-Rata Nasional

Walikota meninjau langsung ke area persawahan warga di Padang Kaduduak Payakumbuh Utara bersama Kabid Pengairan Ir Muslim MSi dan Camat Nofriwandi SH.

Walikota meninjau langsung ke area persawahan warga di Padang Kaduduak Payakumbuh Utara bersama Kabid Pengairan Ir Muslim MSi dan Camat Nofriwandi SH.

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Walikota Payakumbuh Riza Falepi membuktikan kepiawaiannya. Hingga hari ini, pertanian Payakumbuh makin maju dan berhasil guna.

Kontribusi Kota Payakumbuh dalam menyukseskan ketahanan pangan nasional cukup membanggakan. Intervensi yang dilakukan Walikota Payakunbuh H Riza Falepi ke SKPD terkait dalam bidang pertanian bebuah manis, dengan peningkatan produksi 7,6% sepanjang 2015. Berdasarkan data BPS, produksi padi Payakumbuh tahun 2015,   mencatat 35.967 ton, meningkat 2.540 ton dibanding produksi padi tahun 2014 yang hanya berjumlah 33.427 ton.

Dengan total areal sawah Payakumbuh 2.751 ribu hektar lebih, loncatan hasil panen  tersebut menggambarkan terjadinya peningkatan produktifitas hasil, dari   5,03 ton/ha menjadi 5,44 ton/ha atau 7.6 %. Hasil produksi tersebut sudah melampaui target nasional sebesar 5%, jelas Kadis Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan Payakumbuh Ir.  Zulinda Kamal dan Sekretarisnya Ir. Syahril di Balaikota, Rabu (27/1).

Dikatakan, capaian produksi 35.967 ton sepanjang 2015, merupakan angka tertinggi selama 4 tahun terakhir. Bandingkan, dengan produksi di tahun 2012 yang hanya 27.470 ton, ungkap Syahril yang mantan Kepala Kantor Ketahanan Pangan ini.

Menurut Zulinda dan Syahril,  peningkatan produksi tersebut tak lepas Ini dari dukungan Walikota Riza Falepi yang  gencar  turun ke sawah bersama jajaran pertanian. Kemudian dengan adanya kerjasama program ketahanan pangan dengan Kodim 0306/50 Kota,  juga ikut memotivasi petani dalam meningkatkan produksi, katanya.

Sementara itu, peningkatan produksi juga tak lepas dari bibit atau varietas yang dipakai petani. Di Payakumbuh, petani lebih senang memakai varietas junjuang, batang  piaman dan anak daro. Kemudian, dukungan yang sama juga diberikan oleh  stakeholder lainnya, selain Bappeda, Dinas PU dan Bagian Perekonomian Setdako Payakumbuh.

Hitung-hitungan Dinas Tanaman Pangan, total produksi 35.967 ton itu, jika dikalkulasikan dengan harga beras saat ini,  akan mencatat Rp12,7 M. Angka tersebut dua kali lipat di atas belanja  Dinas Tanaman Pangan yang dialokasikan dalam APBD Payakumbuh.

Di bagian lain, juga dikemukakan,  Zulinda, dari 35.967 ton padi itu akan menjadi beras sebanyak 21.580 ton. Sementara, konsumsi beras perkapita/tahun,  hanya 114 Kg. Dengan jumlah  penduduk 125ribu jiwa, berarti Payakumbuh hanya butuh beras  14. 250 ton/tahun. Berarti, Payakumbuh sudah swasembada pangan atau surplus beras 7.330 ton. Untuk enam bulan ke depan, Payakumbuh sudah punya  cadangan beras, jelas kedua pejabat pertanian senior ini.(rel/dsp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*