Wardoyo: Proses Hukum Diserahkan ke Polisi

 

Padang-today.com – Manajemen PT Pelindo II Teluk Bayur merespon cepat kejadian perkelahian antara dua orang oknum Satpam ES dan EP dengan seorang warga bernama (AF) Adek Firdaus. Kejadian tersebut AF meninggal dunia di area Terminal Khusus yang merupakan restricted area (wilayah steril).

Pascakejadian, GM Pelindo II Wardoyo bersama rombongan manajemen Pelindo, TNI serta kepolisian mendatangi rumah duka di Pegambiran RT 03 RW 18 Kelurahan Ampalu Pegambiran, Kecamatan Lubuak Bagaluang, Minggu siang (5/1) tadi. Rombongan disambut Harmen kakak AF.

GM Pelindo II, Cabang Teluk Bayur, Wardoyo pada pihak keluarga menyampaikan rasa belasungkawa dan juga menyesalkan atas terjadinya insiden perkelahian antara petugas keamanan pelabuhan dengan AF yang berujung maut itu.

“Kedatangan kami ke rumah keluarga AF semata-mata untuk menyampaikan belasungkawa selaku pimpinan di Pelindo II Teluk Bayur,” ucap Wardoyo.

Ditambahkannya, dalam kasus ini, pihaknya juga akan menyerahkan semua permasalahan hukumnya kepada kepolisian.

“Sekarang kasus ini ditangani polisi. Dua petugas keamanan yang merupakan tenaga alih daya (outsourcing) dari PT PCS yakni ES dan EP sudah diamankan di Mapolsek Teluk Bayur, Padang,” Wardoyo ketika di rumah korban.

Wardoyo berharap, insiden ini tidak perlu terjadi lagi di Pelabuhan Teluk Bayur.

“Untuk kasus ini IPC II Teluk Bayur memberikan apresiasi tindakan pihak kepolisian telah bertindak cepat dan berharap serta percaya bahwa kepolisian bisa cepat menyelesaikan kasus ini secara obyektif dan sesuai hukum yang berlaku,”ujar Wardoyo

Sementara itu Herman kakak dari korban AF dengan matanya yang berkaca-kaca menerima kedatangan rombongan manajemen Pelindo II Teluk Bayur itu di rumahnya.

Raut muka Herman masih tersirat rasa sedih menahan duka, namun kedatangan manajemen Pelindo II ke rumahnya cukup menjadi pengobat.

“Saya sangat berterima kasih atas kedatangan rombongan Pelindo II Teluk Bayur bersama jajaran dan anggota TNI serta polisi kesini. Saya hanya ingin kasus yang menimpa adik saya tidak terjadi lagi di kemudian hari,” katanya.

Selain itu, Herman pun sangat menyayangkan ada aksi yang dilakukan pascakejadian tersebut.

Dia mengaku sama sekali tidak mengetahui aksi itu dan berpendapat ada yang menunggangi.

“Sudahlah. Kami hanya ingin permasalahan adik saya selesai oleh pihak kepolisian. Kami percaya penegak hukum memberikan hukuman sesuai dengan tindakan dilakukan oknum Satpam,”pungkas dia.(dg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas