Warga Bulba Ngadu ke Wulan Denura dan Ahmad Zifal

Wulan Denura Fraksi Partai Gerindra.

Wulan Denura Fraksi Partai Gerindra.

Payakumbuh, PADANGTODAY.com-Terungkap ketika musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang), Selasa (27/1). Koto nan Ampek kecamatan Payakumbuh Barat, khusus di kelurahan Bulakan Balai Kandi, setiap tahun selalu mendapat bencana banjir. Semua itu disebabkan drainase tersumbat.

Karena kelurahan Bulakan Balai Kandi dan Tanjung Gadang sudah punya aset berupa anggota dewan, besar harapan kami kepada Wulan Denura, SST dan Ir. Ahmad Zifal untuk menyikapi harapan masyarakat yang sudah lama bermimpi ingin maju. Seperti pembangunan drainase, lampu jalan, rumah miskin dan sebagainya.

Harapan itu disampaikan salah seorang warga S Dt. Majo Bosa nan Bajayo di hadapan Camat Payakumbuh Barat Nurdal, Lurah Nazri Ardi Wiranata, ketua LPM Nedi Rinaldi, DT Kodoh, Dt. Indo Marajo, ketua RT/RW dan sejumlah masyarakat setempat.

Dikatakannya, terhadap drainase sudah seharusnya ditingkatkan dan begitu juga terhadap pembangunan lainnya. Kami sudah lama bermimpi, semoga kedepan mimpi kami menjadi kenyataan, karena kita telah punya anggota dewan yang akan memperjuangkan nasib masyarakat.

Kami sangat mengetahui, jika tidak ada anggota dewan di daerahnya, pembangunan memang sedikit terlambat, bahkan sangat kurang diperhatikan dinas terkait. Pada tahun-tahun berikutnya kami yakin pembangunan di kelurahan Bulakan Balai Kandi dan Tanjung Gadang akan terlaksana sesuai dengan harapan.

Drainase yang sering tersumbat itu tepatnya di jalan Imam Bonjol, bajir itu terjadi dihalaman rumah bahkan air selalu masuk kedalam rumah warga. Setiap diajukan proposal, tidak pernah digubris, jangankan teralisasi disebut-sebutpun tak pernah.

Ketika kami tanya ke dinas terkait, jawabnya diplomatis, jalan tersebut merupakan jalan propinsi, padahal melihat peta kecematan dan kelurahan, jalan tersebut merupakan jalan Kota Payakumbuh. “Kami tidak menyalahkan siapa-siapa, apakah itu jalan kota atau nasional ataupun jalan propinsi, yang kami harapkan adalah pembangunan, “harap S Dt. Bosa nan Bajayo.

Dalam kesempatan itu, Wulan Denura dan Ahmad Zifal, mengucapkan terima kasih kepada warga Koto nan Ampek atas informasinya, apa yang disampaikan warga, sama dengan apa kami rasakan, karena itulah kami sesama anggota dewan memasang niat untuk memajukan daerah kita ini.

Keluhan yang disampaikan warga pada hari ini telah menjadi catatan bagi kami, meskipun ini adalah tanggung jawab di DPRD, namun kami harapkan juga kepada warga agar melaporkannya kepada kami dengan sebuah proposal, artinya keluhahan tersebut legal yang akan kami teruskan ke dinas terkait.

Daftar usul yang akan dimasukan kedalam propisal nantinya, tentukan mana yang menjadi skala proritas. Semua usulan cantumkan kedalam proposal, kami akan berjuang sekuat tenaga kami, jika APBD kita tidak mencukupi untuk pembangunan, Insya Allah kami akan “manjuluaknyo” ke pusat.

Kami sesama anggota dewan, baik tingkat kota muapun tingkat propinsi dan pusat, sama-sama mempunyai komitmen memajukan daerah sesuai dengan daerah pemilihannya masing-masing.

Kepada seluruh elemen masyarakat, kami harapkan untuk bersabar, yang jelas kami terus berjuang. Perjuangan kami itu, tidak saja dalam sebuah pembangunan, akan tetapi seluruh bidang. Keluhan warga kami sikapi dan kami tindak lanjuti.

“Perlu kami sampaikan, untuk memajukan kota itu, sebetulnya tidak karena anggota dewan semata, akan tetapi, kerena kita semua. Munculnya pembangunan berdasarkan musrenbang, hasil musrenbang inilah yang dijadikan acuan pembangunan, “ujar Wulan dan Ahmad Zifal.(mnc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*