Warga Kecewa, Janji Pemprov Sumbar Belum Teralisasi

Sejak jambatan putus akibat dihantam air beberapa waktu lalu, warga terpaksa menggunakan ponton yang dibuat seadanya untuk bisa menyeberang.

 

Padang-today.com – Warga Jorong Lubuk Gobing, Kecamatan Ranah Bantahan, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) gagal menemui anggota DPRD Sumbar yang berasal daerah pemilihan (dapil) Pasbar di gedung DPRD Sumbar.

Ada sembilan orang warga datang ke DPRD Sumbar guna menyampaikan kondisi jambatan gantung yang ada di daerah mereka itu. Jembatan itu putus akibat diterjang air sungai Batang Bantahan yang meluap.

Warga datang jauh dari Pasaman Barat ke Padang kecewa karena tidak bisa bertemu dengan anggota dewan asal dapil Pasbar secara face to face (tatap muka,red).

“Soalnya ketika kami sampai di gedung DPRD Sumbar hampir semua anggota dewan itu Reses ke sejumlah tempat,”kata Kepala Jorong Gobing, Nadir ketika ditemui gedung DPRD Sumbar.

Nadir menjelaskan, putusnya jembatan gantung menjadikan akses keluar masuk Jorong Lubuk Gobing terganggu dan bisa dikatakan daerah kami itu nyaris terisolasi.

“Pasalnya jembatan yang putus itu merupakan akses satu-satunya bagi kami,” ungkapnya.

Sejak jambatan itu putus akibat dihantam air beberapa waktu lalu lanjutnya warga terpaksa menggunakan ponton yang dibuat seadanya untuk bisa menyeberang.

“Tak jarang anak-anak sekolah di Jorong kami itu harus rebutan dengan warga untuk naik ponton itu agar tidak terlambat masuk sekolah,” jelas Nadir lagi.

Nadir menambahkan, panjang jembatan gantung yang putus diterjang arus sungai Batang Bantahan itu yakni 76 meter dan lebar 1,8 meter.

“Sementara lebar sungai Batang Bantahan itu sekitar 50 meter, dan berair deras,imbuhnya.

Sementara itu Yuliman, warga Jorong Lubuk Gobing yang juga ikut ke gedung DPRD Sumbar itu menyatakan, selain mengadukan nasib warga di jorong itu pasca banjir besar itu, mereka juga meminta kepastian janji Pemprov Sumbar yang akan membuatkan jembatan darurat jelang dibuatkannya jembatan baru.

“Saat Wakil Gubernur, Nasrul Abit bersama rombongan meninjau kampung kami pasca banjir, mengatakan akan segera membangun jembatan darurat agar akses ke Jorong kami tidak terputus. Nyatanya, sampai hari ini jembatan darurat itu tak kunjung dibuat,”kayanya.

Melihat tak ada kejelasan dari pembangunan jembatan darurat itu, lanjutnya makanya, saya dia bersama perangkat jorong ingin mengadukan hal itu pada anggota DPRD Sumbar, khususnya lagi yang berasal di Dapil Pasbar.

Dia juga mengatakan, beberapa tahun lalu sempat ada rencana dari Pemkab Pasbar untuk membangun jembatan permanen Jorong Lubuk Gobing yang gunakan untuk mempermudah akses masyarakat di jorong itu.

“Tapi entah kenapa, pembuatan jembatan yang menelan biaya sekitar Rp 6 miliar itu tak kunjung terealisasi sampai sekarang,”ujarnya

Sementara itu tempat terpisah, Kabiro humas Pemprov Sumbar, Jasman Rizal menyatakan,dalam hal ini antara Pemprov Sumbar dan Kab Pasaman Barat telah berbagi tugas.

“Pembangunan jembatan oleh Pemkab dan dananya dari Pemprov. Untuk dana telah tersedia di Pemprov Sumbar. Namun untuk pencairan dana tersebut tentu ada proses dan mekanismenya,”katanya.

Mekanismenya adalah adanya ajuan proposal oleh Pemkab Pasaman Barat ke Pemprov. Jika proposal lengkap, barulah BPBD Prov Sumbar mengajukan persetujuan pencairan dana ke Gubernur.

“Setelah ada persetujuan Gubernur, barulah Badan Keuangan Daerah mencairkannya dan langsung mentransfer ke Pemkab Pasaman Barat,”jelas Jasman Rizal. (Dg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*