Warga Maek Harapkan Gubernur Bangun Jalan dan Pemekaran Nagari

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi menyerahkan sejumlah bantuan pertanian kepada masyaralat Maek dalam rangkaian acara silaturahmi dan penanaman perdana sawah cetak baru di Maek, Rabu (18/5).

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi menyerahkan sejumlah bantuan pertanian kepada masyaralat Maek dalam rangkaian acara silaturahmi dan penanaman perdana sawah cetak baru di Maek, Rabu (18/5).

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com-Masyarakat Nagari Maek Kecamatan Bukik Barisan mengharapkan kelanjutan pembangunan jalan Maek-Koto Lamo Kecamatan Kapur IX, serta pemeliharaan jalan satu-satunya ke nagari penghasil gambir ini. Selain itu mereka juga meminta percepatan proses pemekaran nagari.

Aspirasi itu disampaikan tokoh masyarakat setempat Masri M di hadapan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi dalam acara silaturahmi dan penanaman perdana pencetakan sawah baru di Maek, Rabu (18/5).

“Kami sangat berharap agar pemerintah provinsi dan kabupaten dapat meningkatkan jalan dari Jorong Ronah sampai ke Jorong Nenan, serta melanjutkan pembukaan jalan hingga ke Koto Lamo. Dengan kondisi jalan sekarang, Nenan senantiasa tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda empat setiap kali musim hujan,” ungkap Masri.

Sebab, permukaan jalan masih berupa perkerasan batu yang sebagian besar sudah tinggal tanah. Lebih parahnya, permukaan jalan satu-satunya ke jorong terujung di Maek itu juga sudah banyak yang berlobang dan tertutup tanah longsoran tebing. Selain itu medan tempuh jalan juga sangat menanjak, sempit dengan sisi kiri dan kanan yang berjurang.

Hadir juga tokoh berpengaruh Maek, Deddy Permana yang kini menjabat Kadinas Perhubungan Kabupaten Solok, serta Budhi Permana yang Kabid di Dinas Pariwisata Kota Payakumbuh.

“Kalau datang hujan, bisa dipastikan jalan menjadi sangat licin dan sulit dilalui, apalagi sebagian permukaan jalan berlobang yang cukup dalam. Hal itu jelas menjadi kendala serius bagi transportasi gambir yang menjadi produk unggulan masyarakat,” papar Masri.

Begitu juga pemeliharaan jalan ruas Guntuang-Maek yang kini sudah banyak yang terban seperti di kawasan Lengkok Tigo. Bila dibiarkan berlarut, dikhawatirkan akan semakin parah dan beresiko terhadap keselamatan warga yang berlalu lalang.

Sementara untuk percepatan pembangunan dan pelayanan masyarakat di nagari penghasil gambir ini, Masri mengharapkan pemekaran Nagari Maek segera terwujud. Bahkan untuk  pembangunan kantor wali nagari yang baru nantinya masyarakat sudah menyediakan dana secara swadaya.

“Kami begitu berharap nagari kami segera dimekarkan. Bila pemekaran terealisir, kami sudah siap untuk membangun kantor wali nagari yang baru,” yakin Masri.

Bak gayung bersambut, harapan masyarakat itu juga menjadi perhatian serius Bupati Irfendi Arbi. Senada dengan tokoh masyarakat Maek, Irfendi juga mengharapkan Gubernur mendukung pemekaran Maek dan nagari lainnya di Limapuluh Kota.

“Kita ingin memekarkan nagari di daerah ini bukan untuk mendapatkan alokasi dana APBD yang lebih banyak. Melainkan buat percepatan pembangunan dan pelayanan masyarakat serta untuk percepatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Irfendi di hadapan gubernur.

Dalam kesempatan itu Irfendi juga berharap kehadiran gubernur membawa berkah bagi masyarakat Maek. Tak hanya memberikan perhatian terhadap persoalan jalan, gubernur juga diminta untuk memperhatikan harga gambir yang senantiasa berfluktuasi hingga membuat masyarakat Maek yang mayoritas petani gambir sering berkeluh kesah.

Menanggapi berbagai harapan masyarakat itu Gubernur Irwan Prayitno menyebut dewasa ini pemerintah termasuk Pemerintah Provinsi Sumbar tengah gencar-gencarnya melaksanakan berbagai program untuk percepatan pembangunan perekonomian masyarakat dan swasembawa pangan. Program itu antara lain berupa pencetakan sawah baru di berbagai nagari yang memiliki lahan terlantar.

“Kita berharap ke depan terus melakukan pencetakan sawah baru guna peningkatan pendapatan masyarakat. Selagi masih ada lahan terlantar, kita siap merubahnya menjadi sawah yang produktif,” ungkap Gubernur.

Selain itu, lanjut Gubernur, pemerintah juga memiliki program ketahanan pangan berupa bantuan sebesar 16 juta untuk setiap hektar luasan lahan. Lebih menariknya, pemerintah juga mengansuransi lahan tersebut. Sehingga ketika terjadi bencana yang mengakibatkan gagal panen maka petani tidak mengalami kerugian.

“Dengan adanya asuransi maka ketika ada bencana yang menjadikan gagal panen maka kerugian akan ditanggung pihak asuransi. Dengan begitu petani akan lebih nyaman berusaha tani tanpa harus dibayangi rasa ketakutan dengan kerugian gagal panen akibat bencana,” tutur Gubernur sembari memerintahkan Kepala Dinas Peternakan Provinsi Sumbar yang ikut dalam rombongan agar juga mengalokasikan bantuan bagi peternak di Maek.

Terkait dengan pemekaran nagari, Gubernur menyebut sudah sejak dua bulan lalu menyurati seluruh bupati dan wali kota se-Sumbar untuk segera melakukan penataan nagari. Bahkan hingga kini sudah ada 242 nagari yang mengusulkan pemekaran.

“Kita mendukung pemekaran nagari sepanjang itu kesepakatan di nagari dengan tujuan untuk pemerataan pembangunan. Silakan bermusyawarah dan bersepakat. Kabupaten Pesisir Selatan misalnya bisa melakukan pemekaran nagari hingga 400%,” papar Gubernur lagi.

Berikutnya menyoal gambir, Gubernur menghimbau masyarakat Maek tidak lagi hanya mengandalkan gambir sebagai sumber perekonomian keluarganya. Sebaliknya harus ada usaha produktif  lain seperti padi sawah dan komoditi lainnya.

“Selama ini harga gambir benar-benar fluktuatif. Kita tidak bisa mengendalikan harga pasar dunia. Kebutuhan komoditi ekspor ini terbatas sehingga pasar mudah menekan harga. Untuk itu diharapkan agar kita membuka usaha lain disamping kebun gambir,” jelas Gubernur.(rel/dsp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas