Waspadai Difteri, Wakapolres Minta Jajaran Gencarkan Sosialisasi

Wakapolres Tanah Datar Kompol. Hendra Syamri didampingi Kabagsunda. Kompol. Ishak saat sosialisasi penyakit Difteri di Makopolres Tanah Datar, Kamis (18/01/18).ddy

Tanah Datar, www.padang-today.com,- Penyakit Difteri belakangan ini menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat, dan virus satu ini tidak bisa dianggap sepele, oleh sebab itu masyarakat harus memahami gejala penyakit yang dapat merenggut nyawa, khususnya balita.

Bahkan penyakit tersebut saat ini sudah masuk Kejadian Luar Biasa (KLB), Hal itu disampaikan Dokter Marsu Warlis saat sosialisasi Penyakit Difteri, di aula Mapolres Tanah Datar, kemarin (18/01/18).

“Gejala penyakit tersebut berupa sakit tenggorokan yang disertai adanya selaput berwana putih abu-abu pada tenggorokan dan amandel, leher membengkak, demam, sulit bernafas, batuk keras, penurunan nafsu makan dan jantung yang berdebar secara tidak teratur,” ujar Dokter Marsu dihadapan Waka Polres Tanah Datar Kompol Hendra Syam, Ketua Bhayangkari Cabang Tanah Datar Ny Nilla Sari Bayuaji dan anggota polsek se Tanah Datar.

Dalam sosialisasi itu Marsu juga menyampaikan manfaat kegiatan ini yang sangat bermanfaat bagi seluruh peserta karena penyakit tersebut sudah menyebar ke wilayah Provinsi Sumatera Barat.

Dalam kesempatan itu, Wakapolres Kompol Hendra Syamri juga menyampaikan agar seluruh para peserta dapat memahami pemaparan yang disampaikan oleh dokter dan juga dapat memberikan wawasan kepada masyarakat lainnya.

“Kami minta seluruh jajaran dapat memberikan sosialisasi kepada masyarakat, dan diharapkan semua peserta dapat memahami gejalanya agar dapat dilakukannya penanganan secara cepat. Jika kita melihat atau mengalami gejala-gejala penyakit difteri tersebut, sesegera mungkin untuk diperiksa di klinik atau di puskesmas terdekat,” ujarnya.

Wakapolres menyebutkan, jika sosilisasi terhadap difteri ini diambil sebagai langkah untuk menindaklanjuti kasus difteri di Sumbar karena sudah masuk KLB yang menyebabkan terjadinya kematian.

“Ini salah satu langkah kita membantu masyarakat dalam partisipasi dalam bidang kesehatan, kita tidak menginginkan hal ini juga terjadi di Tanah Datar. Maka dari itu kita mengambil langkah pencegahan melalui sosialisasi ini terutama kepada anggota kepolisian dibawah naungan polres sendiri,” tukasnya.(ddy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*