Wawako Suwandel Tinjau Latina Kawasan Paling Parah Tergenang Banjir

Wawako  Suwandel Muhktar dan anggota DPRD Basri Latif tinjau Kec. Latina daerah terparah terkena banjir.

Wawako Suwandel Muhktar dan anggota DPRD Basri Latif tinjau Kec. Latina daerah terparah terkena banjir.

PAYAKUMBUH, PADANGTODAY.com-Kawasan Kecamatan Lamposi Tigo nagari (Latina), Kota Payakumbuh sebagai daerah paling parah tergenang luapan banjir, kemarin, ditinjau Wakil Walikota Payakumbuh, Suwandel Muchtar bersama Plt Kadinas PU, Muslim, dan anggota DPRD Kota Payakumbuh, Basri Latif.

Dalam tinjauan ke Kecamatan Latina itu, Wawako yang juga didampingi Camat Latina, Doni Prayuda, itu mengaku prihatin melihat kondisi masyarakat. Pasalnya, luapan banjir menyapu bersih areal persawahan penduduk. Selain mengenangi sawah dan perladangan, banjir yang tingginya hampir 60 cm itu juga meremdan rumah penduduk dan sejumlah sekolah.

Pada kesempatan itu, Wakil Walikota, Suwandel Muhktar, memerintahkan kepada Plt Kadis PU Kota Payakumbuh, Muslim, untuk melakukan berbagai upaya guna menyelamatkan warga, harta benda penduduk dari ancaman banjir.

Pada kesemparan itu, Muslim, melaporkan kepada Wawako bahwa, upaya penyelamatan warga dari ancaman genangan banjir telah membentuk Satgas khusus yang beranggotakan 30 orang bertugas membersihkan aliran batang Pulau dari sampah,kayu-kayuan yang hanyut ke kawasan perumahan warga.

Di beberapa titik, ungkap Muslim, ada gorong-gorong jembatan terjadi penyempitan hingga berakibat meluapnya air batang Pulau tersebut.

Menjawab penjelasan Kadinas PU, Wawako Suwandel Muhktar mengatakan bahwa, tahun anggaran 2015, Pemko Payakumbuh dan Pemprov Sumbar, akan membuat pengamanan tebing sepanjang aliran batang Pulai.

”Tentunya, mungkin, tidak sekaligus melainkan ada beberapa tahapan yang akan dilalui,” aku Wawako Suwandel Mukhtar.

Terjadinya luapan banjir di sekitar SMP N 7 Payakumbuh, alas Wawako, diduga akibat ulah pengembang Perumahan Nirwana yang tidak membuatkan saluran menggunakan gorong-gorong melintasi jalan ke komplek perumahan tersebut. Hingga berakibat meluapnya air ke rumah penduduk. Pada kesempatan itu Wawako meminta kepada pihak pengembang untuk menjaga keselamatan warga di sekitar lokasi perumahan tersebut.

”Jangan perumahan dibangun, namun warga sekitar tidak merasa nyaman berada di sekitar komplek ini,” pungkas Suwandel Muchtar.

Sementara itu anggota DPRD Kota Payakumbuh, Basri Latif, yang ikut mendampingi Wawako dalam peninjau banjir tersebut, mendukung ketegasan Wawako untuk menegur para pengembang yang tidak memperhatikan kondisi lingkungan.

Adanya kebijakan Pemko untuk menglokasikan anggaran untuk pembangunan pengamanan tebing batang Pulau, sebagai anggota DPRD, saya memberikan dukungan” ucap Basri Latif.(mnc​)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*