Wisuda ke-110, Rektor UNP Ungkapkan Fakta Revolusi Industri 4.0

Wisuda ke-110, Rektor UNP Ungkapkan Fakta Revolusi Industri 4.0

Padang, PADANG-TODAY.com-Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah wajah dunia. Pada tahap awal, dikenal dengan revolusi industri generasi pertama, telah mencatatkan sejarah ketika pekerjaan manusia digantikan oleh mesin.

“Kemunculan mesin uap oleh James Watt, telepon sederhana oleh Alexander Graham Bell serta kereta api penumpang oleh George Stepenson pada sekitar abad ke-18 merupakan milestone-nya. Revolusi ini berhasil mengangkat perekonomian secara drastis dimana selama dua abad setelah Revolusi Industri, peningkatan rata-rata pendapatan perkapita negara-negara di dunia menjadi enam kali lipat,” ungkap Rektor UNP, Prof Ganefri dalam sambutannya pada hari pertama, Jumat (16/3) Wisuda Ke-110 UNP.

Berikutnya, dikatakan Prof Ganefri, revolusi Industri generasi kedua ditandai dengan munculnya pembangkit tenaga listrik dan motor pembakaran dalam (combustion chamber). Penemuan ini juga memicu produksi berbagai alat komunikasi, mobil, pesawat terbang dll, yang mengubah wajah dunia secara signifikan. Kemudian Revolusi Industri generasi ketiga pada beberapa dekade terakhir, diwarnai dengan ekspansi teknologi digital, komputer dan telekomunikasi.

“Lompatan teknologi yang demikian tinggi mengantarkan kita pada era Revolusi Industri tahap ke empat saat ini, atau populer disebut sebagai Revolusi Industri 4.0.,” terangnya.

Wisuda ke-110, Rektor UNP Ungkapkan Fakta Revolusi Industri 4.0

Wisuda ke-110, Rektor UNP Ungkapkan Fakta Revolusi Industri 4.0

Seperti diketahui Revolusi Industri 4.0 adalah istilah yang pertama kali muncul di Jerman pada tahun 2011 yang secara garis besar merupakan integrasi dunia komunikasi digital dengan lini produksi di industri.

Revolusi Industri generasi keempat ini ditandai dengan kemunculan supercomputer, smart human-robot interaction, driver-less vehicles, rekayasa genetika hingga perkembangan neuroscience dan neuro-technology yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak manusia.

Proses pengolahan data yang cepat pada skala besar karena dukungan perangkat keras dan perangkat lunak yang memadai dan cerdas, serta harapan dunia usaha akan layanan bernilai tambah, menyebabkan Revolusi Industri 4.0 menjadi tantangan bagi pendidikan tinggi secara umum.

Diterangkannya, Revolusi Industri 4.0 tidak boleh tidak akan mengakibatkan perubahan karakteristik pekerjaan, munculnya jabatan, kompetensi serta profesi baru. Hal ini juga diikuti oleh hilangnya atau disruption beberapa pekerjaan, jabatan dan kebutuhan keterampilan yang sudah ada. Jawaban dari fenomena ini adalah ketersediaan SDM berkualitas dan employable dengan jumlah memadai dan juga merata.

“UNP sebagai elemen utama penghasil SDM unggul bertanggung jawab sekaligus memiliki peran strategis menghadapi tantangan tersebut. UNP telah dan terus membangun suatu strategi pembelajaran untuk menghasilkan lulusan yang mampu bersaing dalam Revolusi Industri 4.0 ” pungkas Rektor UNP Prof Ganefri PhD.(rel/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*