Wujudkan Kemerdekaan Bidang Pendidikan Bagi Komunitas Adat

anakrimbaJakarta, PADANGTODAY.com – Setiap anak bangsa dimanapun berada berhak mendapatkan pendidikan.

Advertisements

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Pendidikan (Wamendik), Musliar Kasim, mengatakan, ada dua kriteria yang harus dipenuhi untuk meningkatkan akses, yaitu ketersediaan dan keterjangkauan. “Hingga ke pelosok negeri pun anak-anak harus merasakan pendidikan,” kata Musliar saat menjadi pembicara kunci pada Deklarasi Jaringan Pendidikan Komunitas Adat dan seminar nasional “Mewujudkan Kemerdekaan bidang Pendidikan Bagi Komunitas Adat”, di Taman Ismail Marzuki, Selasa (12/08).

Wamendik juga baru-baru ini berkunjung ke Bukit Duabelas di Provinsi Jambi, dimana di wilayah terpencil tersebut bermukim penduduk asli yang disebut suku Rimba. Di desa adat ini, penduduk mulai memahami pentingnya pendidikan bagi generasi muda. Pendidikan sudah diterima dan dilakukan walaupun jauh dari fasilitas yang memadai seperti di kota.

Di Bukit Duabelas ini adalah para tetua menolak jika anak-anaknya harus keluar dari desa adat untuk sekolah formal di daerah perkotaan. Anak yang menjadi harta orang tua, diharapkan untuk terus belajar tanpa harus meninggalkan mereka. “Anak Rimba sudah menyadari pentingnya pendidikan. Tapi mereka meminta, agar jangan dibawa anak kami dari kampung kami,” kata Wamendik.

“salah satu cara yang dapat dilakukan guna memenuhi hak anak-anak Rimba untuk mengenyam pendidikan adalah dengan mendatangkan guru ke lokasi tersebut.” kata wamendik.

Wamendik telah berkomunikasi dengan Universitas Jambi terutama Fakultas Keguruan untuk mengarahkan mahasiswa yang akan melakukan kuliah kerja nyata (KKN) dan praktik lapangan ke lokasi-lokasi seperti desa adat Rimba. “Dengan begitu, anak-anak bisa dapat pembelajaran tanpa harus meninggalkan kampung”.

(md/nol)