Yanuar Gazali SE DI SAKUNYA ADA 5 CINCIN BERBATU LUMUIK SULIKI SUPER

Yanuar Gazali SE.

Yanuar Gazali SE.

Advertisements

Payakumbuh, PADANGTODAY.com-Kecintaan terhadap lumuik Suliki tidak lagi sekadar hobi. Banyak orang sudah membicarakannya menjadi bagian dari kebutuhan hidup utama. Sama saja dengan hobi ”balapau” bagi Urang Awak, namun hobi ini kini lebih menguntungkan semua pihak. Mulai dari pencari batu, pengrajin, pemakai, penyuka, hingga iven organizer serta media yang khusus meramu soal publikasi batu akik ini.

DODI SYAHPUTRA

Di Luak Limopuluah, yaitu Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota, sudah Walikota Riza Falepi memakaikan batu lumuik Suliki ke jari manis Walikota Mataram. Bupati Alis Marajo bahkan menjadikannya oleh-oleh bagi tetamu. Menjamurnya pengrajin batu cincin di sudut-sudut lokasi perumahan pun tidak terlelakkan. Batu cincin tidak lagi milik orang tua yang ingin berdandan dan ’berkuasa’, kini batu cincin jadi ritme kehidupan, bahkan sampai kawula muda.

Yanuar Gazali SE. Orang muda yang kini menjadi anggota DPRD Kota Payakumbuh. Awalnya masih malu-malu memakaikan koleksi batu cincinnya. Malu bukan karena koleksinya jelek, bukan. Justru, sudah banyak di sekeliling anggota DPRD serta Sekretariat yang hobi berbatu cincin. Yanuar Gazali, sedikit minder, koleksinya kalah saing.

Setelah diamati, ternyata, koleksi batu cincin Yanuar Gazali, ”anak kolong”, putra Mayor Gazali yang ternama di Sumatera Barat itu ternyata super semua. Lumuik Suliki yang dikenakannya, tak perlu disenter lagi, sudah menjalar lumutnya dengan rapi. Jenis lumuik Suto pun dimilikinya. Namanya, juga orang asli Suliki.

Saat Mayor Gazali masih hidup, ia bertinggal di Pasar Suliki. Rumah putih besar itu menjadi saksi sejarah Suliki di masa lalu yang juga hidup dan bergerak maju bersama keluarga Gazali. Ayahnya, bertugas sampai ke Jawa. Yanuar Gazali pun tumbuh di sekeliling masyarakat Suliki. Saat kecilnya itu, urusan batu lumuik Suliki pun sudah ternama.

Makanya, saat ia sudah menamatkan pendidikannya di Universitas Bung Hatta Padang, ia mulai kembali mengumpulkan koleksinya sedari kecil. Bahan-bahan batu super itu diasahnya dengan rapi. Ikatnya pun yang terbaik. Lihatlah jari tangan Yanuar Gazali kini menjadi lirikan saat ”maota” soal kebijakan daerah sekalipun. Ditemui, Yanuar Gazali berbatu lumuik Merah di jari kanan. Lumuik hijau di jari manis sebelah kanan.

”Ini kebanggaan saya sebagai orang Suliki. Ini batu asli dari tanah tempat saya tumbuh dan besar,” kata Yanuar Gazali yang kini mengabdikan dirinya untuk masyarakat Payakumbuh yang juga ranahnya.
KONTES MENJAMUR

Hari ini, di Payakumbuh selaku Kota Perantau Mudiak, sampai ke Suliki yang dulunya masih dikenal sebagai Payokumbuah, makin menjamur kontes dan pameran batu cincin. Banyak klub batu cincin bertumbuh dan berorganisasi. Jangan dibayangkan, sama dengan organisasi politik, ini organisasi yang justru menguntungkan materi dan spiritual.

Banyak yang sehari-hari kini hidup dan kaya dengan batu akik ini. Tak hanya pelaku usaha, antar penikmat batu juga saling berdagang. Batu cincin sudah dijual berkilogram. Ada yang menjual dengan takaran berat ons. Ada pula batangan-batangan potongan kecil dijual sampai Rp150 ribu untuk lumuik Suliki yang halus.

Lumuik Suliki kini sudah sangat fenomenal. Perkiraan banyak orang, untuk kurva perkembangannya masih bisa terus meningkat. Yanuar Gazali mengatakan akan sangat mendukung setiap kegiatan meningkatkan kemuliaan batu Lumuik Suliki ini.(mnc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*