Yudas: Listrik Biomassa Bambu Inovasi Spektakuler

   Padang-today.com – Bupati Kabupaten Kepuluan Mentawai, Yudas Sabagaled menyatakan, Listrik biomassa bambu Inovasi sepektakuler diciptakan di Kabupaten Mentawai.

Mentawai  merupakan, tertinggal, terluar terisolir, (3 T) tetapi sudah melahirkan inovasi-inovasi nasional yakni listrik biomassa bambu. “Ini satu-satunya listrik biomassa di Indonesia yang berada di Mentawai,”kata Yudas.

   Menurut Yudas, dulunya di Desa Madobag, Desa Saliguma, Desa Matotonan belum dialiri listrik

    Kalaupun ada hanya memakai ganset, itupun membutuhkan biaya cukup besar untuk membeli bahan bakar seharga Rp15.000 per liter.

   “Berdasarkan data ada sekitar 40 persen masyarakat Mentawai belum menikmati listrik,”ungkap dia.

    Sekarang ini tiga desa tersebut sudah dialiri listrik biomassa bambu yakni desa madobag dengan kapasitas 300 KW. PLTBM Desa Saliguma 250 KW dan PLTBM Desa Matotonan 100 KW.

“Adanya listrik biomassa bambu ini tentunya sudah menghemat pengeluaran masyarakat.”pungkas Yudas.

    Sementara itu Herman salah seorang warga desa Saliguma mengucapkan terimakasih pada Pemkab Mentawai. Masyarakat sudah bisa menikmati listrik.

    “Masyarakat sudah senang telah dialiri listrik biomassa bambu ini desa Saliguma dengan jumlah 600 kk sangat senang,”kata dia.

    Menurut Herman, dulunya masyarakat hanya menggunakan genset agar rumah terang.

    Dulu pakai satu unit ganset, untuk dua rumah. Beli bahan bakar berupa bensin seharga Rp 15.000 per liter, sedangkan kapasitas bahan bakar genset 2 liter bensin jadi uang harus dikeluarkan Rp30.000.

    “Genset dihidupkan mulai 18.30 wib 23.00 wib, satu rumah hanya menggunakan dua buah bola lampu pijar, jadi penerangan ke rumah terbatas,” jelas Herman.

     Herman menambahkan, sekarang ini masyarakat sudah bisa menikmati listrik dengan daya 900 watt.

“Pihak PLN memasang meteran listrik sudah lima hari, meteran terpasang di rumah warga yakni pasca bayar,”imbuhnya. (dg)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas