Zaherman, OPD Smart Terlebih Dahulu Sebelum Mensmartkan Masyarakat

Padang-today.com_Smart City merupakan wilayah yang telah mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam tata kelola sehari-hari, dengan tujuan untuk mempertinggi efisiensi, memperbaiki pelayanan publik dan meningkatkan kesejahteraan warga.

Implementasi Smart City sendiri di beberapa daerah mengalami berbagai kendala, mulai dari infrastruktur penunjang yang belum memadai, kesiapan pemerintah setempat, hingga masyarakat sendiri yang belum mampu memanfaatkan tekhnologi digital secara maksimal.

“ Smart City bukan hanya berhadapan dengan tekhniologi saja. Namun, bagaomana penyelenggara Smart City untuk me-mainsed Sumber Daya Manusi. Bukan hanya membeli aplikasi teknologi,” kata Darisman, (48) salah satu tokoh masyarakat Sungai Limau, Minggu 11-03-2019 di Sungai Limau.

Katanya, Inisiasi pembangunan daerah cerdas yang disebut ‘Smart City’ telah meluas di berbagai daerah di Sumatera barat pada khususnya, Indonesia pada umumnya. Tidak ketinggalan Padang Pariaman juga telah membahas terkait ingin mewujudkan daerah Smart City atau daerah cerdas.

“ Banyak difinisi terkait dengan daerah cerdas yang dikeluarkan oleh berbagai lembaga non pemerintah maupun pemerintah itu sendiri tentang Smart City. Di Sumbar, di berbagai daerah cukup bervariasi baik kondisi sumber daya alam, manusia hingga prilaku budayanya. Peluang dan tantangan di masing-masing daerah berbeda, perlu dikelola dan dibangun sering dengan kondisi yang ada,” kata dia.

Menurutnya, pengelola daerah atau kota harus mempunyai konsep yang disesuaikan dengan kondisi daerah itu sendiri dalam penerapan Smart City. “ Banayak pengelola kota cerdas menanyakan bagaimana membangun daerah cerdas atau kota cerdas, dimulai dari mana..? teknologi, infrastrutur atau manusianya. Mebangun Command Center, membuat aplikasi atau bagaimana..? untuk menjawab pertanyaan tersebut tentu diperlukan suatu kerangka kerja, bagaima mendekati, memulai dan melakukan prioritas pembangunan daerah cerdas ‘Smart City’ tersebut.

Kadiskominfo Padang Pariaman, Zaherman mengatakan, dalam rangka mendukung program ‘Samart City’ di Padang Pariaman, pihaknya akan melahirkan 2 (dua) peraturan bupati ‘Perbub’ yang akan memperkuat hadirnya daerah cerdas di nagari-nagari.

Menurutnya, Perbub itu sangat penting dalam momentum hadirnya samrt city dalam mengatur tentang peyelenggaraan dan pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi ‘TIK’ di daerah itu.

“ Adapun perbub itu diantaranya, 1. Perbub tentang penyelenggaraan dan Pengembangan e-Government, 2. Perbub Tata Kelola Website dilingkungan Pemerintah itu sendiri,” kata dia.

Sejalan dengan itu, lanjutnya, bupati Ali Mukhni pada saat terpilih salah satu daerah dalam Gerakan 100 Smart City se Indonesia di Pustiknas Jakarta menegaskan, pemeringtah daerah sangat serius melaksanakan program smart city.

“ Beberapa kebijakan sudah kita buat yang dituangkan dalam Perbub dan Keputusan Bupati. Produk hukum ini kita buat sebagai dasar dan koridor dalam pelaksanaan Smart City. Untuk mewujudkan smartcity itu, jelasnya, tidak bisa dilakukan oleh Diskominfo saja. Keterlibatan dan dukungan dari seluruh  OPD dan unit kerja sangat diperlukan,” ujarnya.

Untuk itu seluruh OPD harus merobah pola kerja dari manual kepada sitem elektronik yang berbasiskan teknologi informasi. Pihaknya berharap setiap OPD harus smart terlebih dahulu sebelum mensmart kan masyarakat.

Diketahui, lanjutnya, Padang Pariaman terpilih bersama 24 kabupaten/Kota di Indonesia. Untuk Sumatera hanya 3 daerah yang terpilih, salah satunya daerah itu dan Aceh serta Tanjung Pinang. Terkait dengan itu, pihaknya menyatakan siap dalam menjalankan program 100 samartcity.

“Gerakan menuju 100 smartcity  2019 merupakan gerakan sebagai salah satu usaha untuk memaksimal potensi yang ada dan dimilki masing-masing daerah,” terangnya.

Pada tahun 2019 ini, jaringan internet akan direntang sampai ke 103 nagari yang di daerah tersebut dengan mengunakan kabel Fiber Optic (FO) sepanjang 123 km. Infrastruktur itu sangat penting dalam mendukung pelaksanaan smartcity.

“ Untuk integrasi teknologi dalam tata kelola kota dimungkinkan berkat keberadaan internet of things, yaitu jaringan perangkat elektronik yang saling terhubung dan mampu mengririm data ataupun melakukan tindak lanjut dengan campur tangan manusia yang menimal,” ujarnya.

Daerah itu, kata dia, dalam pelaksanaan pelayanan administrasi pemerintah dan pelayanan publik telah mengunakan sistem informasi atau aplikasi, seperti Simpel, e-Planing, e-Budgeting, e-Monev, Simda, Siak, e-Waspada, SIMAya, dan masih banyak lainya.

“Banyak program inovasi pelayanan publik yang dilaksanakan sarat dengan penggunaan teknologi informasi. Seluruh program tersebut dikemas melalui konsep Smartcity,” tandasnya menghakiri. (syafrial suger)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas