Zionis : Siapa Yang Pro-Hamas Juga Musuh Israel

Palestinians run following what police said was an Israeli air strike on a house in GazaPalestina, PADANGTODAY.com – Agresi Israel pada Palestina tentu tak bisa dikatakan sebuah perang. Setelah militer Zionis membunuh empat bocah di pantai Gaza, mata dunia terbuka. Ini pembantaian.

Dalam perang ada sebuah etika yang ditaati, salah satunya tidak menyerang perempuan dan anak-anak. Meski banyak pelanggaran atas kesepakatan ini tapi membunuh bocah jelas tidak bisa dimaafkan apalagi saat mereka berada di ruang terbuka seperti pantai.

Militer Israel saban hari terlihat semakin konyol. Saat pemerintah Zionis mati-matian menegaskan mereka hanya menargetkan kelompok Hamas, namun angkatan bersenjata mereka terlihat menyasar pada sipil dan empat bocah tengah main di pantai itu bukti sangat nyata. Mereka memang ingin menghabisi bangsa Palestina.

Sebenarnya keempat bocah itu masih satu keturunan. Mereka dari keluarga Bakr. Para orang tua sudah memperingatkan mereka agar tinggal di rumah dan menjauhi ruang-ruang terbuka. Namun terkurung sembilan hari di kamar membuat mereka merasa bosan, seperti dilansir surat kabar the Washington Post (17/7).

Mereka pun bermain-main ke arah pantai meski sudah mendapat larangan dari kakak tertua keempat saudara itu. Tapi sinar mentari nampaknya amat sayang dilewatkan. Mereka pun mengabaikan peringatan itu.

Ada harga harus dibayar mahal keempat bocah. Roket Israel menghantam sebuah gubuk di pantai dan menewaskan keempat saudara itu. Mereka tak punya kesempatan hidup demi menyaksikan negaranya merdeka kelak.

Dilansir dari surat kabar the Telegraph (16/7), roket-roket Israel tak pernah berhenti menghantam Gaza. Hingga kini korban tewas di angka 220 dan setengahnya perempuan dan anak-anak. Diperkirakan satu dari lima orang tewas terbunuh di Gaza yakni bocah tak berdosa.

Israel telah mentargetkan rumah-rumah warga sipil dengan alasan mereka melindungi kelompok Hamas namun tudingannya tak pernah terbukti. Darah sudah tumpah namun Zionis dengan enteng mengatakan siapa pun yang pro-Hamas juga musuh Israel. Negeri Bintang Daud itu juga mengatakan warga sipil tersebut memang disiapkan untuk tameng bagi Hamas dan pantas terbunuh.

Sebuah pemikiran yang tak sesuai kemanusiaan. Namun itulah Israel. Bersalah atau tidak mereka tak peduli sebab merasa di atas angin. Segala tindakan mereka akan selalu mendapat sokongan dari sekutu abadinya Amerika Serikat. Bahkan menghancurkan masa depan Palestina atas nama kemanusiaan.

(tlh/mr//nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas