Zona Labuh Bukan. Kewenangan Pelindo

Padang-today.com – Pelindo II Cabang Teluk Bayur membenarkan ada dua kapal bawa bijih besi tidak bisa berlayar ke daerah tujuan karena tertahan di Pelabuhan Teluk Bayur.

Advertisements

“Sampai saat ini kapal tersebut masih berada di Pelabuhan Teluk Bayur,”kata Ribut Heru Santoso Humas Pelindo Teluk Bayur ketika dihubungi media.

Menurut dia, benar ada 2 kapal yang sudah menyelesaikan muat bijih besi diposisi labuh yaitu KM. Felya berlabuh sejak 22 Feb 2021 dan KM. Trifosa berlabuh sejak 1 Maret 2021.

Menurut info yang kami terima, kedua kapal belum bisa berangkat karena menunggu LHV (Laporan Hasil Verifikasi) dari Kementerian ESDM. Jadi posisi saat ini shipper (pemilik barang) sedang berkoordinasi pengurusan dokumen di Jakarta.

“Untuk waktu tunggu dokumen LHV belum bisa dipastikan sampai kapan selesainya mas. Kendala ini muncul di posisi shipper (pemilik barang),”ucap dia.

Jadi permasalahan ini tidak berkaitan sama sekali dengan kinerja Pelabuhan (Pelindo), dan posisi Pelindo sendiri hanya sebatas mengetahui karena kapal masih di area zona labuh.

“Zona labuh bukan wewenang Pelindo, tapi ada di KSOP,”tegas Heru.

Dia menambahkan, bila semua persyaratan dipenuhi pemilik kapal, maka KSOP mengizinkan berlayar ke daerah tujuan.

“Kewengan penuh soal kapal boleh atau tidak berlayar sepenuh diberada di KSOP,”sebut dia.

Sementara itu ditempat terpisah Kabid Humas Polda Sumbar, Stefanus Satake Bayu Setianto saat dihubungi menyebut belum dapat laporan dari Ditpolair Polda Sumbar terkait ada dua kapal tertahan berlayar di Pelabuhan Teluk Bayur Padang.

“Hingga saat ini belum ada lapora masuk,”sebut dia.

Berdasarkan data dihimpun media ada dua kapal masih berada ditengah Pelabuhan Teluk Bayur. Kapal tersebut yakni KM Felya membawa muatan 8.000 MT konsentrat biji besi tujuan Morewali Sulawesi

Kemudian kapal MV. Trifosa muatan 6.000 MT konsentrat bijibesi tujuan Morewali Sulawesi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*