​Kursi Pimpinan Jatah Partai Demokrat, Tak Kunjung Diambil DPC Enggan Merekomendasi, Wilman Laporkan Ke DPP

WILMAN SINGKUAN.

WILMAN SINGKUAN.

PAYAKUMBUH, PADANGTODAY.com-Wilman Singkuan sudah melaporkan segala perkembangan Partai Demokrat ke Dewan Pimpinan Pusat di Jakarta. Saat dihubungi, kemarin, ternyata memang Wilman Singkuan tidak berada di Payakumbuh, ia ada di Jakarta. Terutama persoalan rekomendasi Dewan Pimpinan Cabang yang hingga hari ini belum disampaikan DPC ke Setwan DPRD Payakumbuh mengangkangi surat keputusan DPP SK bernomor 55/SK/DPP.PD/VIII/2014. Surat Keputusan tertanggal 28 Agustus 2014 itu menjadi azimat kuat bagi Wilman Singkuan sebab resmi ditandatangani langsung oleh Dewan Pengurus Pusat Partai Demokrat,  Ketua Harian Dr Syariefuddin Hasan dan Sekjen Edhie Baskoro Yudhoyono MSc.

Satu unsur pimpinan DPRD Kota Payakumbuh  yang seharusnya dimiliki oleh  Partai Demokrat, hingga sekarang tak jelas siapa yang bakal ditunjuk oleh partai pemenang pemilu ketiga di Kota Payakumbuh. Pasalnya, meski telah diberikan tenggang waktu  oleh Sekretariat DPRD dalam  penetapan nama  dari  Partai Demokrat tersebut, malah tidak direspon sama sekali.

”Surat pengajuan nama sudah kita layangkan ke DPC Demokrat Payakumbuh sebanyak 3 kali, tetapi sekarang belum ada respon dari partai yang bersangkutan. Begitupun, kita juga memberi tenggangan waktu penetapan nama dari partai sebelum ditetapkannya unsur pimpinan ini  dalam rapat paripurna internal dewan, tetapi nama yang akan mengisi unsur pimpinan ini belum kita terima dari DPC Demokrat Payakumbuh,”ungkap Atur Satria Sekretaris DPRD Kota Payakumbuh, Senin (29/9).

Katanya, dalam rapat internal dewan, sudah menetapkan dua nama untuk mengisi unsur pimpinan definitif DPRD Kota Payakumbuh . Yakni Yendri Bodra Dt Parmato Alam dari partai Golkar untuk jabatan ketua DPRD Kota Payakumbuh dan Suparman dari PKS untuk jabatan wakil ketua DPRD Kota Payakumbuh. Keduanya ditetapkan dengan adanya surat keputusan yang diterima Sekretariat Dewan dari masing-masing partai yang bersangkutan.

”Setelah diparipurnakan, kedua nama tersebut sudah diserahkan ke Walikota dan dilanjutkan ke Gubernur untuk penerbitan SK penetapan unsur pimpinan definitif DPRD Kota Payakumbuh. Sedangkan dari Partai Demokrat yang memiliki hak untuk unsur pimpinan, hingga  kini  masih kosong,” ujarnya.

Dengan kosongnya satu unsur pimpinan DPRD Kota Payakumbuh, Atur Satria mengaku hal itu tidak akan mengganggu kinerja DPRD dalam pembahasan serta mengambil keputusan untuk kepentingan daerah.

“Yang penting, unsur pimpinan ini sudah terbentuk dan apabila keduanya sudah dilantik sebagai unsur pimpinan definitif, tidak akan mengganggu pada kinerja dewan,” ungkap Atur Satria yang bergelar Datuak Parpatiah Nan Sabatang ini.

Sebelumnya,  Wakil Ketua DPC Demokrat Kota Payakumbuh Wardi AS mengungkapkan, DPC bakal menetapkan nama yang akan mengisi jabatan pimpinan DPRD Kota Payakumbuh. Begitupun, DPC akan mengirimkan nama yang ditetapkan tersebut ke Sekretariat DPRD sebelum rapat paripurna internal dewan digelar.

Tetapi, hingga rapat paripurna dalam penetapan unsur pimpinan tersebut selesai digelar, surat dari DPC tak kunjung datang. Secara terpisah, politisi senior Kota Payakumbuh Asmadi Taher menilai, dengan tidak adanya keputusan pasti dari DPC Demokrat Payakumbuh, juga  tidak akan menghilangkan hak partai untuk mengisi satu unsur pimpinan DPRD Kota Payakumbuh.

Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh periode 2004-2009 itu berpendapat, apabila DPC Demokrat Payakumbuh  tidak bersikap, akan menampakkan kepada masyarakat  polemik yang tengah terjadi di internal partai tersebut kian besar.

”Unsur pimpinan merupakan hak dari partai pemenang pemilu. Sekwan menyurati partai untuk pengajuan nama dan partai membalas dengan nama yang telah diputuskan di DPC. DPC Demokrat sudah tiga kali disurati tetapi tidak ada sikap sama sekali, berarti ini ada permasalahan yang tengah terjadi di internal partai tersebut. Sehingga partai tidak bisa memutuskan siapa yang akan mereka tetapkan untuk mengisi unsur pimpinan ini,” ujar H Asmadi Taher yang dikenal dengan pangilan Ujang Harimau ini.

Pada internal DPC Partai Demokrat Payakumbuh, tengah terjadi tarik ulur dalam penetapan nama sebagai insur pimpinan. DPP  sendiri, sudah memutuskan  Wilman Singkuan untuk posisi Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh. Melalui Surat Keputusan  dari DPP bernomor 55/SK/DPP.PD/VIII/2014 tersebut, telah diterima oleh DPC Partai Demokrat Kota Payakumbuh. Sekretaris DPC Adi Suryatama mengakui hal itu, beberapa waktu lalu.

Hingga kini, DPC Partai Demokrat Kota Payakumbuh tidak juga mengeluarkan surat penetapan nama untuk mengisi unsur pimpinan dewan seperti yang diminta oleh Sekretariat DPRD Kota Payakumbuh. DPC sendiri, berdasarkan informasi DPP yang telah ditemui Wilman Singkuan, akan menjatuhkan  hukuman kepada DPC yang melalaikan putusan DPP tersebut.

”Saya, sudah bertemu dengan unsur DPP. Dikatakan, segera akan mengeluarkan surat terkait pelalaian tugas dan perintah DPP ini,” ujar Wilman Singkuan.(malin​)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*