18 SAD Dharmasraya Jadi Pemilih Pemilu 2018

 

Advertisements

    Padang-today.com – Sebanyak 18 orang Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Dharmasraya,Sumbar terdaftar jadi pemilih tetap Pemilu 2019.

“Mereka masuk dalam Daftar pemilih Tetap (DPT) Pemiku 2018,” kata France Putra Koordinator Perencanaan data, SDM dan Parmas KPU Dharmasraya ketika ditemui di Padang.

Ia menjelaskan, pada Pemilu 2014 suku anak dalam masuk dalam DPT hanya 11 orang, namun sekarang ini mereka bertambah menjadi 18 orang.

“Belasan Suku Anak Dalam ini sudah memilik Elektronik Kartu Tanda Penduduk (E-KTP),”ungkapnya.

    Belasan suku anak dalam ini berada di daerah Banai, Kecamatan IX Koto, Kabupaten Dharmasraya. Mereka sekarang ini mereka bergabung atau menyatu dengan penduduk asli Dharmasraya satu tempat pemungutan suara, mereka sebelumnya dibuatkan TPS khusus waktu Pemilu 2014.

“Rata-rata umur mereka berusia 18 hingga 35 tahun menjadi pemilih Pemilu 2019,”jelas

    Ia menyatakan, KPU Dharmasraya telah menetapkan daftar pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019.

“DPT sebanyak 134.935 orang dengan rincian, Laki-laki 67.532, Perempuan 67,403 Jumlah TPS 666 tersebar di Nagari 52, Kecamatan 11,”katanya.

   DPT Pemilu 2019 ini mengalami penurunan bila di bandingkan DPT Pilkada tahun 2015 sebanyak 131.271 orang.

Penurun DPT 2019 disebabkan dimana waktu Pilkada 2015 bila ada suket atau surat keterangan domisili (SKD) bisa masuk dalam daftar pemilih (SKD), namun sekarang ini masyarakat memiliki SKD tidak masuk dalam daftar pemilih.

“Namun sekarang ini berlaku masyarakat sudah memiliki E-KTP masuk sebagai pemilih. Hal ini sesuai dengan PKPU nomor 11 tahun 2018 Tentang data pemilih,”jelas France Putra

Sementara itu Ketua KPU Dharmasraya, Maradis membenarkan ada 18 orang suku anak dalam masuk dalam DPT Pemilu 2019.

“Ini kedua kali suku anak dalam masuk dalam daftar pemilih di Pemilu. Pada Pemilu 2014 suku anak dalam terdaftar di DPT sebanyak 11 orang, ada peningkatan pemilih khusus suku anak dalam,”katanya.

   Ia menjelaskan, belasan suku anak dalam ini masuk dalam daftar pemilih di Kabupaten Dharmasraya karena memiliki E-KTP, sudah hidup menetap di daerah Banai dan bercocok tanam sama halnya dengan masyatakat biasa.

“Disamping itu mereka telah memiliki identitas diri berupa E-KTP. Tentunya sebagai warga negara telah memiliki E-KTP diberikan hak untuk memilih pada Pemilu 2019,”ungkapbya.

    Keikutsertaan suku anak dalam tidak terlepas dari peran serta aktivis lebih inten merangkul mereka terus mengajak serta memberikan edukasi.

“Untuk sosialisasi Pemilu 2019, nantinya KPU koordinasi dengan aktivis bagaimana cara memilih,”imbuh Maradis.(der)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*