2) NARASI HEY DI BILIK PIKIRAN MERAWAT PIKIRAN MEMELIHARA MIMPI.

Catatan: Pinto Janir (Sastrawan)

Advertisements
H Erwin Yunaz SE MM

Saya mengenal HEY (Haji Erwin Yunaz).
Muda.Gagah. Pintar. Taat. Sabar. Penyimak ‘kelas dunia’. Inovatif. Sopan. Dan berisi. Ia yang tak pernah berhitung banyak untuk membantu orang dari jeratan kesusahan dalam kesulitan membelenggu; itulah HEY.

Untuk segala kemanfaatan, ia tampaknya bersandar pada kearifan “tak ada kayu jenjang dikeping”.

HEY,Erwin lahir 21 Oktober 1971 di Kelurahan Nunang, Koto Nan IV, Payakumbuh, Sumatra Barat. Ia ‘hebat’. Hebatnya bukan warisan dari orangtua yang kaya. HEY berasal dari keluarga sederhana dan bersahaja. Ia putra tersayang dari Nazarudin Dt. Sati Nan Balapiah (almarhum) dan Hajjah Juliana. Datuk Sati dikenal sebagai tokoh masyarakat dan ninik mamak yang senantiasa mengayomi anak kemenakannya.

HEY anak ketujuh dari delapan bersaudara. Kakak tertuanya, Harmon Yunaz pernah menjadi Direktur PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) di Sumatera Utara. Kakak kedua HEY bernama Eny . Ia seorang ibu rumah tangga yang sukses mendampingi suami menjadi salah seorang pimpinan di Perumnas, BUMN di bidang perumahan. Kakak ketiganya Haswan Yunaz pernah menjabat sebagai Deputi Menko Kesra Republik Indonesia. Kakak keempat Harisman Yunaz pernah menjabat sebagai pimpinan di kantor pusat Bank Rakyat Indonesia. Bahagialah Datuk Sati yang melahirkan putra putri yang memberi kontribusi terhadap kemajuan nagari di NKRI.

HEY bukan tipikal manja. Sejak bocah hingga remaja, ia dikenal dengan pribadi yang mandiri, santun dan taat beribadah. HEY, hidup dalam pikiran yang jernih dan hati yang bersih. Ia berkata, hidup adalah pikiran !

Ia memelihara pikiran dan merawat mimpi-mimpi besar di atas kehidupan. Katanya; hidup hanya sekali. Sekali dalam hidup, hidup sekali harus tercatat di ruang masa yang menarasikan prestasi sebagai kebanggaan bagi anak cucu kita nanti. “ Jangan biarkan hidup percuma tanpa asa. Asa tak boleh putus. Yang membuat asa kuat adalah harapan dan niat kebaikan di ruang pikiran untuk hidup yang rahmatan lil alamin”, ujar HEY suatu hari pada saya di kala kami bercakap-cakap di kesejukan hawa kota Bukitting+gi yang teduh.

Bagaimana dengan masa kecil HEY?

Masa-masa kecil HEY adalah masa-masa bahagia. Taman Kanak-kanak ia lalui di Payakumbuh. Bocah kecil ini merasa sangat terpukul sekali ketika mana ayahanda yang ia cinta berpulang ke rahmatullah ketika HEY masih kelas empat SD. Ia Ia sedih.Ia duka. Airmatanya bersimbah di sisi sang ayah yang telah pergi menemui sang Khalik. Kasih sayang ibu dan kakak yang membuat HEY bangkit untuk membangun cita-cita.

HEY dibawa sang kakak Harmon Yunaz ke Asahan. Ia menamatkan SD di Asahan dan melanjutkan sekolahnya di SMP Negeri Tanjunggading Asahan.

Bagi HEY, sang kakak (Harmon Yunaz) adalah inspirasi dan motivasi hidup. Sang kakak sukses membangun karir yang dimulai dari bawah hingga menduduki pucuk pimpinan perusahaan multinasional. Kala itu tridak sembarang orang mampu dan dipercaya menjadi pimpinan di sebuah perusahaan joint venture yang sebagian besar pimpinannya adalah orang Jepang. Sejak itu HEY termotivasi meraih sukses dalam karier seperti kakaknya. (Bersambung)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*