2 Tahun Usia KWT Beri Manfaat Buat Keluarga Para Indah Limbukan

Ulang tahun KWT Para Indah Limbukan diperingati, Kamis. Ketua TP-PKK Ny. Henny Riza Falepi memotong kue ulang tahun, untuk selanjutnya diberikan kepada Ketua Para Indah Mariati.

Ulang tahun KWT Para Indah Limbukan diperingati, Kamis. Ketua TP-PKK Ny. Henny Riza Falepi memotong kue ulang tahun, untuk selanjutnya diberikan kepada Ketua Para Indah Mariati.

Advertisements

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-KWT Para Indah Kelurahan Limbukan makin berbenah. Targetnya, dua  tahun ke depan, KWT milik 25 ibu rumah tangga ini, akan menjadi yang terbaik di Payakumbuh. Target jangka panjang, juara di tingkat nasional, sebut Ketua KWT Mariati, didampingi 24 anggotanya.

Ditemui di Pondok KWT Para Indah di Darek Limbukan, disaat ibu-ibu KWT itu merayakan  dua tahun  kelahiran kelompoknya bersama pengurus TP-PKK Payakumbuh dan SKPD terkait, Mariati optimis, KWT yang dipimpinnya akan tumbuh pesat dan  menjadi  sumber kekuatan ekonomi keluarga.

Alasannya, pembinaan yang dilakukan TP-PKK dibawah pimpinan Ny. Hj. Henny Riza Falepi bersama Kantor Ketahanan Pangan yang dikomandoi Antoni Jaya, membuat seluruh anggota kian bergairah bercocok tanam.

Ketua TP-PKK Henny, memberikan apresiasi yang tinggi kepada KWT Para Indah, yang baru berusia balita,  namun sudah mampu berlari kencang. KWT Para Indah pantas diteladani KWT lainnya di Payakumbuh. Dalam acara HUT Para Indah itu, juga hadir Camat Payakumbuh Selatan diwakili Afnizarwati,  Lurah Yondri dan Ketua KTNA Payakumbuh Selatan serta pemuka masyarakat setempat.

Dikatakan Mariati,  selain luas tanam yang kian bertambah, dari 3  menjadi 4 hektar lahan pertanian holtikultura, produksi juga meningkat tajam. Contohnya, jagung,  ubi, kacang-kacangan, sayuran  dan buah-buahan, milik kelompok  menghasilkan saldo lebih Rp15 juta per tahun.

Sementara itu, pendapatan keluarga anggota kelompok, dari Rp300 ribu, sekarang sudah meningkat menjadi Rp600 ribu per bulan. Penghasilan itu, berasal dari penerimaan tanaman keluarga di polybag, seperti cabe, terung, bawang, sayuran dan tanaman keperluan dapur lainnya.

Dalam meningkatkan income kelompok,  dikatakan Mariati, tak segan mengambil upah menyabit padi dan membersihkan kantor dan rumah warga setempat. Kelompok juga menghasilkan jasa talempong pacik lebih kurang Rp5 juta/tahun.

Menurut Mariati, saldo kebih milik KWT setahun lalu, mampu memberikan keceriaan bagi anggota, dengan membawa anggota studi banding ke KWT Dokan Brastagi, Sumut, awal 2016. Tahun depan kami akan ke Jawa Tengah, kunker ke salah satu KWT terbaik di daerah itu. Ibu-ibu KWT juga berencana akan  ikut pengajian bersama Mama Dede di Indosiar.(rel/dsp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*