21 Pasien Bibir Sumbing Discreening, RSUD Adnaan WD Siapkan 3 Ruang Operasi

Pihak RSUD Adnaan WD dan Denzipur bersama pasien bibir sumbing

Pihak RSUD Adnaan WD dan Denzipur bersama pasien bibir sumbing

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-21 orang pasien bibir sumbing discreening di RSUD Adnaan WD oleh tim dokter bedah plastik RS Yos Sudarso Padang. Rangkaian bakti sosial operasi bibir sumbing dalam rangka HUT Ri ke-71 dan HUT Denzipur 2/PS ke-50 itu disponsori oleh Yayasan Smile Train Indonesia, dilaksanakan oleh Pemkab Lima Puluh Kota, Pemko Payakumbuh, dan RSUD Adnaan WD sebagai lokasi operasi.

Pihak Denzipur 2/PS, diwakili oleh Letda Delri Putra mengatakan bahwa pasien-pasien bibir sumbing diperoleh data awalnya dari operasi sebelumnya. Pasien-pasien lainnya diperoleh datanya dari Puskesmas dan RSUD lainnya. Pasien terjauh berasal dari RSUD Ahmad Darwis di Suliki.

“Kami, dari Denzipur memfasilitasi pasien, menjemput antarkan, serta memenuhi kebutuhan pasien. Pihak RSUD Adnaan WD selaku mitra pelaksana, menyediakan ruangan, laboratorium, serta alat medis, ruangan, serta alat operasi. Ada pasien dengan bibir sumbing luar, ada pasien dengan

Pendaftaran screening pasien bibir sumbing

Pendaftaran screening pasien bibir sumbing

kondisi labio palato yang memerlukan penanganan ekstra,” ujar Letda Delri Putra didamping penanggung jawab operasi Sertu Rahman.

Dirut RSUD Adnaan WD, dr Hj Merry Yulieasday MARS

Dirut RSUD Adnaan WD, dr Hj Merry Yulieasday MARS

Pihak RSUD Adnaan WD, Dirut dr. Hj. Merry Yuliesday MARS, diwakili Direktur Keuangan Yusrizal bersama staf lainnya pun menyatakan hal serupa. Bakti sosial ini dilakukan untuk mengatasi kendala penderita bibir sumbing, baik yang berlokasi tempat tinggal di Kota Payakumbuh maupun di Kabupaten Limapuluh Kota.

“Pihak RSUD Adnaan WD telah menyediakan 3 ruangan bedah plastik bagi pasien-pasien ini. Kita telah pun sediakan laboratorium guna memeriksa, apakah pasien juga menderita penyakit lain yang berkaitan, seperti gula atau yang lainnya. Jadi, operasi yang akan dimulai tanggal 29 Agustus itu, telah kita siapkan untuk dilaksanakan,” ujar Yusrizal meyakinkan.

Sejarah Smile Train

RSUD Adnaan WD

RSUD Adnaan WD

Konsep aslinya adalah kereta yang akan mengelilingi negara-negara berkembang, menyediakan operasi gratis untuk anak-anak yang kurang mampu serta pelatihan gratis untuk dokter-dokter, meninggalkan dokter-dokter yang sudah terlatih, menyediakan peralatan gratis dan masyarakat mandiri. Masalah logistik secara fisik kereta api tidak memungkinkan tetapi ide aslinya sangat kuat namun hal itu tidak dibutuhkan.

Smile Train didirikan pada tahun 1999 dan dimulai dengan satu operasi di China yang dilakukan oleh tim dokter lokal. Dalam jangka waktu 9 tahun, Smile Train berkembang menjadi organisasi sumbing terbesar di dunia, yang memiliki ratusan partner dan program di lebih dari 80 negara. Sejak Maret 2000, kami telah melakukan operasi sumbing gratis bagi lebih dari 990.000 anak-anak di seluruh dunia dan lebih dari 38.000 di Indonesia. Target Smile Train di 2016 ini mengoperasi 7.000 anak bibir sumbing di seluruh Indonesia.(Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*