300 Hutla Terbakar, Irfendi Imbau Kesadaran Warga

300 Hutla Terbakar, Irfendi Imbau Kesadaran Warga

300 Hutla Terbakar, Irfendi Imbau Kesadaran Warga

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com-Sejak beberapa waktu belakangan, setidaknya sudah ada 300 hektar hutan dan lahan (Hutla) di Kabupaten Limapuluh Kota yang terbakar. Musibah akibat si jago merah itu terjadi akibat munculnya 31 titik api yang tersebar di enam kecamatan.

“Kondisi kebakaran di daerah kita sudah berada dalam keadaan membahayakan. Kita berharap ini segera teratasi,” ungkap Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi, didampingi Wakil Bupati Ferizal Ridwan di posko Pemadaman Kebakaran Hutan Provinsi Sumatera Barat, GOR Singa Harau, Rabu (11/10).

Khusus untuk kawasan perbukitan Lembah Harau yang tidak terjangkau pemadaman secara manual, lanjut Irfendi, sejak hari Minggu (9/10) lalu telah mendapatkan bantuan pemadaman dengan helikopter dari BNPB dan Kementerian Kehutanan RI untuk melakukan water boombing (pengeboman air).

Alhamdulillah, selama tiga hari helikopter terbang sudah banyak titik api yang berhasil dipadamkan. Bila sebelumnya ada 30 titik, sekarang tinggal sekitar 20 titik,” ujar Irfendi.

Dikatakannya, data kerugian masih dalam pendataan. Namun hingga kini tidak ada korban jiwa manusia maupun hewan ternak. Untuk mengantisipasi bertambahnya musibah kebakaran ini, ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah atau melakukan pembakaran untuk membuka lahan perkebunan.

“Kita meminta tidak ada lagi masyarakat yang melakukan pembakaran. Untuk efek jera, kita berharap pihak berwajib Kepolisian menindak para pelaku pembakaran hutan sesuai undang-undang atau aturan berlaku,” tutur Irfendi.

Dalam kesempatan itu, Irfendi juga mengucapkan terimakasih yang tiada hingga terhadap berbagai pihak yang telah ikut berupaya keras menanggulangi kebakaran di daerah ini. Bila tidak cepat diantisipasi, dikhawatirkan kebakaran itu akan semakin parah.

Sementara itu, Kapolres Limapuluh Kota AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto, S.Ik mengatakan pihaknya bersama BPBD, TNI dan berbagai pihak lainnya telah berupaya melakukan pemadaman secara manual di kawasan perbukitan Harau. Namun untuk wilayah puncak perbukitan tidak mampu dijangkau dan membutuhkan bantuan helikopter.

“Kasus kebakaran ini belum bisa dikatakan terbakar atau dibakar. Sebab, hingga kini perkaranya masih dalam penyelidikan. Untuk menjawab apakah ada unsur pidana atau kesengajaannya dalam peristiwa kebakaran ini, kami telah melakukan pemanggilan dan meminta keterangan terhadap sejumlah orang yang diduga mengetahui kejadian,” papar Kapolres.

Ia berharap pemanggilan itu mampu membuat penjeraan terhadap masyarakat agar tidak melakukan pembakaran yang akan mengakibatkan kerugian.

Sebelumnya, Wakil Bupati Ferizal Ridwan juga memaparkan, kebakaran tersebut terjadi di Kecamatan Harau, Luak, Lareh Sago Halaban, Pangkalan dan Kapur IX. Selain itu, baru-baru ini juga terjadi di Kecamatan Mungka.

Menjawab wartawan tentang ancaman pembakaran hutan, Zulmi dari KSDA Sumbar menjelaskan ancamannya 10 tahun penjara dan denda mencapai 500 juta rupiah.

Dalam kesempatan itu, Seksi Bisop Lanud Padang Lettu Sucipto Wiranto ikut menerangkan proses water bombing dengan menggunakan helikopter. Ia mengakui upaya pemadaman di wilayah perbukitan Harau bukan hal mudah.

“Water bombing di kawasan perbukitan ini berbeda dengan pemadaman di Riau yang relatif datar. Apalagi di lembah Harau atau di kawasan taram yang titik apinya berada di celah antar dua bukit,” ujar Sucipto.

Ikut hadir dalam acara itu Sekdakab Limapuluh Kota Yendro Tomas, pihak BPBD Sumbar dan Kabupaten Limapuluh Kota, Pihak Dinas Kehutanan, KSDA dan sejumlah pihak terkait lainnya.(rel/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*