Walikota Padang Dukung Somasi Atas Ucapan Riza Chalid

Advertisements

PADANG,PADANGTODAY.COM – Ucapan Riza Chalid yang menyebut Sumatera Barat sebagai provinsi dajjal direspon keras oleh masyarakat Minang. Pernyataannya itu akhirnya berbuah petaka bagi dirinya sendiri. Ikatan Pemuda Pemudi Minang Indonesia (IPPMI) telah mengajukan somasi kepada Riza Chalid.

Somasi yang dilayangkan IPPMI mendapat dukungan dari sejumlah pihak. Termasuk dari Walikota Padang H. Mahyeldi Dt Marajo. Walikota Padang menyebut ucapan Riza Chalid telah melanggar etika berbangsa, bernegara dan beragama. “Saya mendukung somasi atas pernyataan Riza Chalid yang menyebut Provinsi Sumatera Barat sebagai provinsi Dajjal. Karena pernyataan itu sungguh luar biasa, secara etika itu tidak pantas,” ujar Mahyeldi usai menerima penghargaan Peduli HAM di Jakarta, Jumat (11/12) sore.

Sebagai masyarakat Sumatera Barat, Walikota Mahyeldi merasa tersinggung atas ucapan yang dilontarkan Riza Chalid saat melakukan pertemuan dengan bos PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin dan Ketua DPR Setya Novanto beberapa waktu lalu. “Masalahnya apa? Apakah (Sumatera Barat) separah itu?” ujar Walikota Padang itu.

Dukungan yang sama juga diungkapkan sejumlah perantau Minang di Jakarta. Pada umumnya para perantau mengecam ucapan yang dilontarkan Riza Chalid. “Sebagai masyarakat Minang dan umat muslim, siapa yang tidak tahu apa itu dajjal. Ini sangat menyinggung sekali. Saya pribadi sangat mendukung langkah yang dilakukan IPPMI,” ujar Purnanugraha yang berdomisili di Kwitang, Senen.

Purnanugraha menilai, jika ada masyarakat lain selain Minang yang memandang remeh Sumatera Barat, itu sangat keliru. “Orang yang beranggapan seperti itu berarti tidak mengenal orang Minang, hanya melihat kulit tidak melihat isi,” tambah lelaki dua anak yang berasal dari Tanjuang Saba, Lubuak Bagaluang, Padang itu.

Seperti diketahui, IPPMI telah melayangkan somasi kepada Riza Chalid. Menurut Ketua Umum IPPMI, Muhammad Rafik, ucapan tersebut sangat melukai hati dan perasaan masyarakat Minang. Ditekankannya, dalam pemahaman umat Islam, Dajjal dikatakan jahat dan kafir.

Dalam somasi itu, IPPMI meminta tiga hal kepada Riza Chalid. Pertama, mencabut ucapannya yang mengatakan Padang atau Sumatera Barat adalah Provinsi Dajjal. Kedua, meminta maaf secara langsung dalam rapat adat yang diselenggarakan oleh pemangku adat Minangkabau yang khusus akan membahas ucapan Riza Chalid.
Permintaan ketiga, Riza Chalid menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Minang di media massa, baik media cetak, elektronik, serta media lokal yang ada di Sumatera Barat.

Riza Calid diminta menanggapi somasi itu dalam jangka waktu 4 x 24 jam setelah somasi dikeluarkan. Jika Riza Chalid tidak memberikan tanggapan dan menjelaskan apa yang dimaksudkan dengan ucapannya, IPPMI akan membawa masalah ini ke ranah hukum.

Menurut pakar tafsir Alquran, Prof Dr M Quraish Shihab dalam bukunya “Quraish Shihab Menjawab”, makna kata Dajjal adalah sosok yang pada mulanya menampakkan kesalehan, kemudian mengaku Nabi, lalu mengaku sebagai Tuhan.

“Memang menurut riwayat, ia (Dajjal) memiliki sekian keistimewaan yang dapat mengelabui manusia, tetapi yang menggunakan pikirannya tidak akan teperdaya, apalagi mengakuinya sebagai Tuhan atau nabi,” tulis Quraish dalam bukunya.

Kontan saja masyarakat Sumatera Barat yang punya tradisi Islam sangat kuat, tak terima dengan pernyataan itu. Umat Islam di Sumatera Barat atau masyarakat Minangkabau, menganut prinsip adat basandi syarak, syarak basandi kitabbullah, atau adat yang didasarkan/ditopang syariat agama Islam.(can)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*