60 Perempuan Inggris Pergi Ke Suriah Untuk Berjihad

perang-suci-buat-jadi-mucikariPADANGTODAY.com – Korban-korban para militan ISIS itu adalah sekitar 3.000 perempuan dari etnis Yazidi yang ditangkap di Irak. Menurut lembaga Institusi Penelitian Media Timur Tengah (MEMRI), mereka dipaksa menjadi budak seks oleh Brigade al-Khanssaa.

Kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dilaporkan membentuk lembaga polisi syariah dijalankan oleh para jihadis perempuan asal Inggris bernama Brigade al-Khanssaa. Brigade ini dibikin di Kota Raqqa, Suriah.

Tugas mereka: menghukum para perempuan yang berperilaku ‘tidak islami’. Mereka juga mendirikan rumah bordil buat dipakai oleh para militan ISIS.

Sosok penting di balik polisi syariah ISIS ini tidak lain adalah perempuan bernama Aqsa Mahmud, 20 tahun, asal Kota Glasgow. Dia tiba di Suriah tahun lalu.

Akademisi dari King’s College London juga mengindentifikasi tiga perempuan Inggris lainnya sebagai anggota ISIS. Menurut mereka ada sekitar 60 perempuan Inggris pergi ke Suriah buat berjihad atau perang suci.

Kebanyakan para perempuan berangkat jihad ke Suriah itu berusia antara 18 hingga 24 tahun.

Melanie Smith, peneliti dari Pusat Internasional buat Studi Radikalisasi King’s College mengatakan kepada surat kabar the Sunday Telegraph, “Al-Khansaa adalah brigade polisi syariah. Lembaga ini adalah organisasi penegakan hukum buat perempuan bentukan ISIS.”

“Kami duga anggotanya adalah campuran antara perempuan Inggris dan Prancis tapi akun di media sosial mereka di ditulis dalam bahasa Inggris.”(mr/nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas